PBB PREDIKSI GAZA LAYAK HUNI HANYA HINGGA 2020

Kondisi salah satu bangunan di Jalur Gaza yang hancur akibat perang 2014. (Foto: EPA)
Kondisi salah satu bangunan di Jalur Gaza yang hancur akibat perang 2014. (Foto: EPA)

Hanoi, Vietnam, 18 Dzulqa’dah 1436/2 September 2015 (MINA) – Laporan terbaru PBB memprediksi, Jalur Gaza akan layak huni hanya dalam waktu kurang dari lima tahun lagi, jika tren ekonomi di daerah terblokade itu tidak berubah.

Laporan yang dirilis pada Selasa (1/9) oleh Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan di Hanoi, Vietnam, menunjuk akibat parah akibat blokade ekonomi delapan tahun oleh Israel di Gaza serta tiga perang di sana selama enam tahun terakhir.

Perang Israel tahun lalu di Gaza menciptakan pengungsi setengah juta orang dan menghancurkan sebagian daerah kantong itu.

Baca Juga:  Haniyeh: Raeisi Katakan Palestina Masalah Pertama Umat Islam

“Perang secara efektif menghilangkan kalangan kelas menengah dan mengirim hampir semua penduduk kepada kemiskinan dan ketergantungan pada bantuan kemanusiaan internasional,” kata laporan tersebut,  Al Jazeera melaporkan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Produk Domesti Bruto (PDB) Gaza turun 15 persen tahun lalu dan pengangguran mencapai rekor tertinggi 44 persen. Sebanyak 72  persen rumah tangga mengalami rawan pangan.

Laporan juga menyebutkan, perang telah menghancurkan kemampuan Gaza untuk ekspor dan memproduksi untuk pasar domestik serta tidak ada waktu untuk rekonstruksi.

Israel dan Mesir telah mempertahankan blokade Gaza sejak kelompok bersenjata Hamas menguasai wilayah itu pada tahun 2007.

“Bencana kemanusiaan adalah buatan manusia. Jawabannya adalah hanya melalui kebijakan buatan manusia,” kata Hamdi Shaqqura, Wakil Direktur Pusat untuk Hak Asasi Manusia Palestina kepada Al Jazeera.

Shaqqura mengatakan, sumbangan dari masyarakat internasional sangat berguna, tetapi harus dibarengi dengan kebijakan politik yang nyata untuk membantu Gaza secara efektif.

Baca Juga:  HNW: ICC Harus Tangkap Netanyahu Cs Bukan Hamas

Laporan itu menyebutkan, prospek ekonomi 2015 untuk wilayah Palestina “suram”, karena situasi politik yang tidak stabil, mengurangi bantuan dan lambatnya rekonstruksi. (T/P001/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor: Ismet Rauf

Comments: 0