PBB Relokasi Stafnya dari Sudan di Tengah Kekerasan Militer

Warga Sudan turun ke jalan-jalan ibu kota Khartoum, memprotes pemerintahan militer. (Foto: dok. Daily Hunt)

Khartoum, MINA – PBB merelokasi beberapa stafnya dari Sudan di saat jumlah korban tewas akibat tindakan keras militer terhadap pengunjuk rasa melonjak menjadi lebih dari 100 orang.

“Kami untuk sementara waktu memindahkan staf PBB nonprogram kritis, sementara semua operasi PBB berlanjut di Sudan,” kata Juru Bicara PBB Eri Kaneko, Rabu (5/6), demikian The New Arab melaporkan.

Tidak ada rincian yang diberikan tentang jumlah staf yang meninggalkan Khartoum. Ada kehadiran besar PBB dari 27 entitas, sebagian besar adalah agen bantuan PBB.

PBB juga menjalankan misi penjaga perdamaian di Darfur bersama Uni Afrika, tempat sekitar 7.200 tentara dan polisi dikerahkan.

Sudan dilanda kekacauan sejak pasukan keamanan pada Senin (3/5) pagi dengan keras membubarkan aksi duduk pemrotes yang telah berlangsung selama berpekan-pekan menuntut diakhirinya kekuasaan militer.

Komite Sentral Dokter Sudan yang dekat dengan gerakan protes mengatakan Rabu (5/6) bahwa setidaknya 103 orang telah tewas dalam penumpasan itu.

Mereka mengatakan, 40 mayat telah ditemukan dari sungai Nil. (T/RI-1/P1)

 

MI’raj News Agency (MINA)