PBB Sambut Baik Dicabutnya Sanksi AS Terhadap Sudan

Masyarakat Sudan merayakan pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap negara itu.(Foto: Sputnik)

Khartoum, MINA – PBB menyambut baik keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mencabut sanksi terhadap Sudan, yang sudah berjalan 20 tahun lalu.

Dalam pernyataan resminya, PBB akan terus terlibat dengan pemerintah Sudan dan mitra internasional untuk mencapai kerja sama yang lebih baik untuk meningkatkan stabilitas di negara dan wilayah tersebut.

Perwakilan PBB di Sudan mengucapkan selamat kepada Washington karena telah membatalkan sanksi ekonomi di bawah Perintah Eksekutif 13067 dan 13412.

Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan Sudan Tribune pada hari Sabtu (7/10), Perwakilan PBB di Sudan, mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil dari semua upaya kolektif para pihak, khususnya Pemerintah Sudan, yang telah menunjukkan kemajuan luar biasa selama sembilan bulan terakhir dalam keinginannya memperbaiki seluruh akses bantuan kemanusiaan di berbagai tempat di negara itu.

Sementara itu, mereka sangat menghargai atas pencapaian keputusan tersebut.

Bersama dengan mitra organisasi lainnya akan terus terlibat dalam pembangunan bersama pemerintah Sudan untuk prioritas pembangunan kemanusian serta akan terus mempromosikan stabilitas keamanan terhadap seluruh kawasan di Sudan.

Selain itu, perwakilan PBB untuk Sudan, berjanji akan terus memperkuat kerja sama internasional dengan semangat Pluralisme untuk mengatasi tantangan yang dihadapi Sudan, sembari membangun dengan semua pihak.

Selain itu, dari pantauan koresponden MINA di Khartoum melaporkan, media-media nasional di Sudan memberitakan sambutan baik atas keputusan dicabutnya embargo ekonomi terhadap Sudan dari AS sejak 1997 lalu.

Masyarakat Sudan, terutama di ibukota Sudan, Khartoum, terlihat merayakan kemenangan di jalan raya dengan iring-iringan mobil di berbagai jalan utama beberapa saat setelah keputusan pencabutan sanksi diumumkan.

Keputusan AS tersebut akan mulai berlaku pada 12 Oktober 2017, sebagai mana hasil konsultasi dengan Menteri Keuangan Sudan, Direktur Intelijen Nasional Sudan dan Badan Pembangunan Internasional AS (USAID). (L/K02/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)