PBB Sambut Baik Gencatan Senjata di Perbatasan Kashmir

Zee Media Bereau

Kashmir, MINA – Presiden Majelis Umum PBB (UNGA) Volkan Bozkir menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Militer India dan Pakistan di sepanjang Garis Kontrol (LoC) di Jammu dan Kashmir yang disengketakan.

“Saya dengan sepenuh hati menyambut kesepakatan gencatan senjata hari ini antara India dan Pakistan,” kata Bozkir di Twitter seperti dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (26/2).

“Komitmen yang mereka nyatakan untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan menjadi contoh bagi negara lain dan menunjukkan nilai-nilai UNGA,” tambahnya.

Dalam pernyataan bersama melalui hotline pada Kamis (25/2), kedua Militer mengumumkan akan mematuhi semua perjanjian gencatan senjata di sepanjang LoC, perbatasan de facto yang membagi lembah Kashmir yang disengketakan antara India dan Pakistan.

Dalam pertemuan itu, mereka sepakat untuk membahasa masalah inti dan kekhawatiran yang memiliki kecenderungan untuk mengganggu perdamaian serta mengarah pada kekerasan.

Sebelumnya, kedua negara telah saling menuduh melanggar perjanjian gencatan senjata pada 2003.

Kementerian Dalam Negeri India mengatakan, Pakistan melanggar 5.133 kali pada 2020, sementara Pakistan menuduh pasukan India melanggar lebih dari 1.600 kali pada tahun yang sama.

Puluhan tentara dan warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka di kedua sisi dalam insiden penembakan yang menurut para ahli adalah yang tertinggi sejak penandatanganan perjanjian perbatasan pada 2003.

Sebagaian besar wilayah Kashmir dikuasai oleh India dan Pakistan sebagian, selain itu sepotong kecil juga dikuasai oleh China.

Pakistan dan India telah berperang tiga kali pada tahun 1948, 1965, dan 1971, dua di antaranya memperebutkan Kashmir. (T/RE1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)