PBB: Serangan Houthi di Marib Bahayakan Jutaan Warga Sipil

Kota Marib, Yaman.

Jenewa, MINA – Kepala kemanusiaan PBB mengatakan pada Selasa (16/2), dia “sangat khawatir” dengan serangan pemberontak Houthi di Marib, benteng terakhir pemerintah Yaman di utara.

Menurutnya serangan terhadap Marib dapat membahayakan jutaan warga sipil.

Houthis bulan ini melanjutkan serangan untuk merebut Marib yang kaya minyak, sekitar 120 kilometer (75 mil) di timur ibu kota Sanaa yang dikuasai pemberontak, Nahar Net melaporkan.

Kehilangan kota itu akan menjadi pukulan besar bagi pemerintah Yaman yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi, serta bagi penduduk sipil dan ratusan ribu orang terlantar yang berlindung di kamp-kamp terpencil di wilayah tersebut.

“Saya sangat khawatir tentang eskalasi militer di Marib dan dampaknya terhadap situasi kemanusiaan,” kata Mark Lowcock, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, dalam sebuah tweet.

“Serangan ke kota akan menempatkan dua juta warga sipil dalam risiko, dengan ratusan ribu berpotensi terpaksa menyelamatkan diri – dengan konsekuensi kemanusiaan yang tak terbayangkan. Sekaranglah waktunya untuk menurunkan ketegangan, bukan untuk menambah penderitaan rakyat Yaman,” katanya.

Pejabat militer mengatakan bahwa pemberontak telah maju ke arah kota di dua front dalam semalam setelah bertempur sengit dengan pasukan pemerintah.

Lusinan dari kedua belah pihak telah tewas dalam 24 jam terakhir saja, katanya. Jumlah korban jiwa dari pertempuran untuk Marib tidak diketahui, tetapi laporan menunjukkan sekarang jumlahnya mencapai ratusan.

“Pemberontak telah maju ke utara dan barat kota itu setelah merebut Al-Zor (di distrik Sirwah) sampai ke sisi barat bendungan Marib, dan memperketat cengkeraman mereka di bukit yang menghadap ke jalur pasokan untuk beberapa front,” kata salah seorang pejabat.

Koalisi militer pimpinan Arab telah menggempur posisi pemberontak. Televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi pada Selasa melaporkan 13 serangan udara di beberapa daerah di Marib. (T/RI-1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)