PBB: Serangan terhadap Warga Sipil Suriah ‘Kejahatan Perang’

New York, MINA – Kepala Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet mengatakan, serangan yang disengaja terhadap warga sipil di Suriah barat laut adalah kejahatan perang, merujuk pada serangan terbaru oleh pasukan Presiden Bashar Al-Assad dan sekutunya.

Dalam sebuah pernyataan video yang dirilis oleh PBB pada Jumat (26/7), Bachelet menyeru ketidakpedulian internasional terhadap meningkatnya jumlah korban sipil yang disebabkan oleh serangan udara berturut-turut di Idlib dan bagian lain di Suriah Utara, Anadolu Agency melaporkan.

“Terlepas dari seruan berulang-ulang oleh PBB untuk menghormati prinsip kehati-hatian dan perbedaan dalam perilaku permusuhan, kampanye terakhir tanpa henti oleh pemerintah ini dan sekutunya terus mengenai fasilitas medis, sekolah dan infrastruktur sipil lainnya seperti pasar dan toko roti,” kata pernyataan itu.

Ia menambahkan, semakin tidak mungkin bahwa target-target ini terkena secara tidak sengaja, mengingat pola yang terus-menerus.

“Serangan yang disengaja terhadap warga sipil adalah kejahatan perang dan mereka yang telah memerintahkan atau melaksanakannya bertanggung jawab secara pidana atas tindakan mereka,” tegas Bachelet.

Sedikitnya 12 warga sipil tewas dalam serangan udara Rusia pada Kamis (25/7) di daerah perumahan zona de-eskalasi Suriah barat laut.

Daerah yang termasuk dalam zona de-eskalasi di provinsi Idlib, Hama dan Aleppo menjadi sasaran serangan udara rezim dan Rusia yang intens, serta penembakan.

Korban tewas di zona deeskalasi sejak Senin telah meningkat menjadi 79 orang.

Turki dan Rusia sepakat September lalu untuk mengubah Idlib menjadi zona deeskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Namun, Pemerintah Suriah dan sekutu-sekutunya secara konsisten telah melanggar ketentuan-ketentuan gencatan senjata, dengan sering melancarkan serangan di dalam zona deeskalasi.

Zona de-eskalasi saat ini dihuni oleh sekitar 4 juta warga sipil, termasuk ratusan ribu orang yang dipindahkan oleh pasukan pemerintah dari kota-kota mereka selama beberapa tahun terakhir.

Suriah telah dikunci dalam perang saudara yang ganas sejak awal 2011, ketika Assad menindak protes pro-demokrasi dengan keganasan yang tak terduga. (T/Ast/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)