PBB SERUKAN ISRAEL SEGERA TINGGALKAN SENJATA NUKLIR

Foto: artileri.org
Foto: artileri.org

New York, 10 Safar 1436/3 Desember 2014 (MINA)– Majelis Umum PBB menyutujui dan mendukung resolusi Arab pada Selasa (2/12) guna menyeru Israel untuk melepaskan kepemilikan senjata nuklir dan menempatkan fasilitas nuklirnya di bawah pengawasan internasional.

Resolusi yang diadopsi dalam  perbandingan suara 161-5 mencatat bahwa Israel adalah satu-satunya negara Timur Tengah yang tidak terlibat dalam Perjanjian Nonproliferasi Nuklir, demikian sebagaimana dilaporkan Al-Jazeera yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Resolusi itu menyerukan Israel untuk menyetujui perjanjian tersebut tanpa penundaan lebih lanjut, tidak lagi untuk mengembangkan, memproduksi atau memperoleh senjata nuklir, dan meninggalkan kepemilikan senjata nuklir serta menempatkan fasilitas nuklirnya di bawah perlindungan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) PBB.

Amerika Serikat dan Kanada di antara empat negara yang bergabung dengan Israel dalam menentang tindakan tersebut, sementara 18 negara abstain.

Israel secara luas dianggap memiliki senjata nuklir namun pihaknya menolak untuk memberikan informasi.

Resolusi yang diperkenalkan oleh Mesir menggemakan upaya serupa yang didukung negara-negara  Arab, namun gagal mendapatkan persetujuan pada September lalu di Markas IAEA di Wina.

Resolusi PBB yang berjudul “Risiko proliferasi nuklir di Timur Tengah” mendorong pembentukan zona bebas senjata nuklir di Timur Tengah dan mengeluhkan bahwa upaya untuk mengadakan pembicaraan ditinggalkan pada tahun 2012 yang didukung AS.

Israel telah lama berpendapat bahwa rencana perdamaian Palestina-Israel penuh harus mendahului setiap penciptaan zona Timur Tengah bebas dari senjata pemusnah massal.

Entitas Zionis itu juga berpendapat bahwa dugaan pekerjaan Iran pada senjata nuklir adalah ancaman nyata di kawasan tersebut. Iran membantah mengejar senjata nuklir tersebut.

Resolusi Majelis Umum tidak mengikat secara hukum, tetapi membawa beban moral karena itu adalah satu-satunya badan yang diwakili semua 193 negara anggota PBB.

“Langkah gagal memenuhi tes dasar keadilan dan keseimbangan,” kata Perwakilan AS Robert Wood dalam pemungutan suara terhadap resolusi pada komite tingkat bulan lalu.

Wood mengatakan, AS akan terus mendorong Timur Tengah bebas dari senjata pemusnah massal, namun ia memperingatkan bahwa resolusi tersebut hanya merusak prospek untuk kemajuan. (T/P010/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0