PBB Serukan Pembicaraan Baru Hodeidah Yaman

Hodeidah, MINA – Sebuah misi pemantau PBB menyerukan pihak-pihak yang bertikai di Yaman untuk mengadakan pembicaraan baru mengenai Hodeidah ketika koalisi pimpinan Saudi menyerang daerah-daerah selatan kota pelabuhan itu, tempat kelompok bersenjata Houthi maju setelah penarikan pasukan koalisi.

Seruan itu disampaikan pada Senin (15/11), sehari setelah serangan udara dimulai. Al Jazeera melaporkan.

Serangan ini adalah yang pertama sejak akhir 2018 ketika pemerintah yang didukung Saudi dan pimpinan Houthi menyetujui pakta yang disponsori PBB untuk gencatan senjata di Hodeidah dan pemindahan pasukan oleh kedua belah pihak.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi Jenderal Turki al-Malki, dalam klarifikasi pertama tentang penarikan mendadak dari sekitar Hodeidah, mengatakan pemindahan itu diperintahkan untuk mendukung front lain dan sejalan dengan “rencana masa depan” koalisi.

Misi PBB yang mengawasi kesepakatan Hodeidah, UNMHA, dan tim pemerintah Yaman yang terlibat di dalamnya mengatakan mereka tidak mendapat pemberitahuan sebelumnya, sementara beberapa unit koalisi Yaman telah mengkritik penarikan itu. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)