PBB Serukan Penyelidikan Independen atas Kematian Morsi

New York, MINA – PBB pada hari Selasa (18/6) menyatakan sependapat untuk menyerukan penyelidikan independen atas kematian Mohamed Morsi, di ruang sidang di Kairo.

“Kekhawatiran telah dikemukakan mengenai kondisi penahanan Morsi, termasuk akses ke perawatan medis yang memadai, serta akses yang memadai ke pengacara dan keluarganya, selama hampir enam tahun ditahan,” kata Rupert Colville, juru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia. Demikian dilaporkan Washington Post.

Morsi, yang menderita diabetes dan penyakit hati, ditahan di sel isolasi selama enam tahun.

Dia telah mengeluh selama persidangan sebelumnya bahwa dia ditolak dosis insulin dan diet khusus yang dia butuhkan dan sebagai hasilnya telah mengalami koma diabetes, menurut Human Rights Watch (HRW).

Seorang perawat atau dokter penjara memantau tekanan darah dan kadar gula Morsi, tetapi tidak ada perawatan kesehatan tambahan yang diberikan, dan ia dipaksa untuk membeli insulin sendiri, HRW melaporkan.

Keluarganya juga mengatakan, almarhum kehilangan sebagian besar penglihatan di satu mata karena kelalaian medis.

Dengan mendesak penyelidikan yang tidak memihak apakah kondisi penahanan Morsi “berdampak pada kematiannya,” PBB dapat menekan pemerintah Mesir untuk meluncurkan penyelidikan yang tepat, lanjut laporan kelompok itu.

Seruan-seruan untuk penyelidikan semacam itu, sampai sekarang, berasal dari para pendukung Morsi dan kelompok-kelompok hak asasi manusia, yang oleh pemerintah dianggap sebagai bermotivasi politik, imbuhnya.

Morsi (67 tahun), terpilih sebagai presiden pada 2012 dan digulingkan setahun kemudian dalam kudeta militer, dikebumikan Selasa dalam pemakaman tertutup di pemakaman umum di kantong timur Kairo di Nasr City.

Pihak berwenang Mesir menolak untuk mengizinkan keluarganya untuk menguburkannya di pemakaman keluarganya di provinsi Delta Nil, Sharqiya, putranya, Ahmad Morsi, mengatakan dalam sebuah postingan Facebook. (T/RS2/R01).

Mi’raj News Agency (MINA)