PBB: Warga Palestina Terjebak Dalam Ekonomi Tanpa Prospek

Jenewa, MINA – Lembaga Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) menerbitkan sebuah laporan tahunan pada Rabu (12/9) yang menyatakan, warga Palestina terjebak dalam ekonomi pertumbuhan pengangguran tanpa prospek, terutama di Gaza.

Pengangguran di wilayah Palestina adalah yang tertinggi di dunia tahun 2017, yaitu 27,4 persen,  sementara produksi pertanian turun 11 persen. Rata-rata warga Palestina di bawah umur 30 tahun menganggur. Ekonomi tumbuh 3,1 persen tetapi datar pada basis per kapita.

“Setiap tahun situasi menjadi semakin tidak dapat diterima dan sulit,” kata Wakil Sekretaris Jenderal UNCTAD Isabelle Durant pada konferensi pers di Jenewa. Demikian Arabnews melaporkan dikutip MINA.

Laporan tersebut mengungkapkan, sebuah instansi yang mengawasi beacukai antara Israel dan wilayah Palestina telah mengisolasi ekonomi Palestina dari seluruh dunia dan membiarkannya bergantung pada Israel.

“Alasan utama situasi buruk pembangunan ekonomi terjadi karena adanya aturan dan pembatasan oleh Israel,” kata Mahmoud Elkhafif, koordinator laporan itu.

Di Gaza, di mana pendapatan riil telah turun 30 persen sejak tahun 1999 dan kapasitas produksi telah terkena operasi militer berturut-turut, rumah tangga rata-rata mendapat dua jam listrik setiap hari dan hanya sekitar 10 persen yang memiliki air minum.

“Ini adalah kemunduran, bukan pembangunan,” kata Elkhafif.

Israel menarik pasukan dan pemukimnya dari Gaza pada 2005, tetapi dengan alasan keamanan, mempertahankan kontrol ketat atas perbatasan darat dan lautnya. Mesir juga membatasi pergerakan masuk dan keluar Gaza di perbatasannya.

Total dukungan internasional turun secara signifikan, dari $ 2 miliar pada 2008 menjadi $ 720 juta pada tahun 2017.

Satu hantaman lebih lanjut datang bulan ini ketika Presiden AS Donald Trump menghentikan pendanaan untuk lembaga pengungsi PBB UNRWA, menyisakan selisih $ 200 juta.

Durant mengatakan, masih terlalu dini untuk menilai dampak dari langkah AS dan dia berharap Eropa atau negara lain dapat membantu kekurangan tersebut. (T/ais/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)