PBB: Yaman Dilanda Banjir Mematikan Sejak Pertengahan April

Jenewa, MINA – Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan pada Selasa (4/5), ribuan keluarga di Yaman yang dilanda perang telah dilanda hujan lebat dan banjir mematikan sejak pertengahan April, menghancurkan rumah dan tempat berlindung.

“Laporan awal menunjukkan sekitar 3.730 keluarga (22.380 orang) telah terkena dampak hujan dan banjir, sebagian besar dari mereka adalah pengungsi dalam negeri,” kata badan kemanusiaan PBB OCHA, Nahar Net melaporkan.

“Curah hujan yang meningkat selama beberapa hari terakhir menyebabkan kerusakan infrastruktur, menghancurkan rumah dan tempat berlindung serta menyebabkan kematian dan cedera,” kata OCHA.

Pada hari Senin (3/5), pemerintah mengatakan, empat orang tewas dalam banjir bandang di kota bersejarah Tarim di provinsi tengah Hadramawt. PBB mengutip laporan tiga kematian di tempat lain di Yaman.

Rekaman jurnalis menunjukkan jalan-jalan kota di Tarim banjir dan bangunan bata lumpur yang terkenal hancur lebur, dengan mobil dan sepeda motor terkubur di bawah lumpur dan puing-puing.

OCHA mengatakan banjir juga menyebabkan kerusakan parah di provinsi Aden, Abyan, Daleh, Lahj, Hadramawt, Marib dan Taez.

Puluhan orang tewas setiap tahun di seluruh Yaman dalam banjir bandang.

Badai yang dahsyat telah menambah kesengsaraan negara yang dilanda konflik itu.

PBB mengatakan Yaman menderita krisis kemanusiaan terburuk di dunia akibat perang selama bertahun-tahun berkecamuk. Lebih dari empat juta orang mengungsi dan dua pertiga dari 30 juta populasinya bergantung pada bantuan.

Puluhan ribu orang telah terbunuh dan jutaan orang didorong ke ambang kelaparan dalam konflik antara pemerintah – didukung oleh koalisi militer pimpinan Saudi – dan pemberontak Houthi yang didukung Iran yang sekarang berada di tahun ketujuh. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)