PBSI Akan Kirim Pemain ke Turnamen dengan Metode Skala Prioritas

Jakarta, MINA – Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Achmad Budiharto mengatakan, pihaknya akan mengirim atlet berdasarkan skala prioritas karena padatnya jadwal turnamen.

BWF telah merilis daftar turnamen terbaru usai beberapa bulan turnamen internasional dibatalkan karena pandemi virus corona (Covid-19).

Dikutip dari Badminton Indonesia, Ahad (24/5), Achmad Budiharto mengatakan, PP PBSI akan menyusun program pengiriman pemain dengan skala prioritas.

“Tim Pembinaan dan Prestasi harus menyusun skala prioritas atlet mana yang akan ikut turnamen apa saja. Namun, ada beberapa turnamen yang masih harus dikonfirmasi lagi dari negara penyelenggara,” tutur Budiharto.

Pandemi Covid-19 membuat BWF menangguhkan semua turnamen hingga Juli mendatang.

Kalender kompetisi 2020 akan dilanjutkan pada bulan Agustus mendatang dengan Hyderabad Open sebagai turnamen pembuka.

Turnamen BWF World Tour 100 tersebut akan berlangsung di Hyderabad, India, pada 11-16 Agustus.

Sementara itu, turnamen BWF World Tour 500 ke atas akan dimulai pada September.

Salah satu turnamen besar yang juga masuk ke dalam kalender BWF adalah Thomas-Uber Cup alias Piala Thomas-Uber di Aarhus, Denmark, pada 13-18 Oktober 2020.

Di tengah kekosongan jadwal turnamen, para atlet Indonesia menjalani sesi latihan di hall pemusatan latihan nasional (pelatnas) Cipayung, Jakarta Timur, meski dengan porsi latihan yang disesuaikan.

Budiharto mengatakan, karantina mandiri membuat PP PBSI lebih mudah memantau kondisi para pemain.

“Kami beruntung tetap melakukan karantina mandiri selama ini, jadi atlet masih bisa terkondisi dari sisi kebugaran dan feeling mainnya,” ujar Budiharto.

Berdasarkan jadwal baru dari BWF, Indonesia Open 2020 bakal berlangsung pada 17-22 November mendatang di Senayan. (R/R11/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)