PCIM: 1.500-an Anggota Tapak Suci di Mesir, 99% Warga Asli Mesir

Kairo, MINA – Ketua Umum Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir 2020-2022 Umair Fahmidin mengatakan, hampir 99 % anggota perguruan pencaksilat  Tapak Suci di Mesir adalah masyarakat asli Mesir.

“Jumlah keseluruhan siswa Tapak Suci Mesir ada sekitar 1.500-an yang tersebar di tujuh provinsi Mesir,” tulis Umair mengutip penjelasan yang diterimanya dari Roni, Ketua Tapak Suci Putera Muhammadiyah Mesir, Selasa (28/9).

Negara Arab terkenal dengan tradisi perang, namun Arab tidak memiliki disiplin beladiri tertentu selain gulat. Semua beladiri di Arab, mayoritas adalah beladiri impor dari Asia.

Kekosongan itu, dimanfaatkan dengan baik oleh beladiri pencak silat Tapak Suci untuk berkembang, terutama di Mesir.

“Tapak Suci Mesir mulai dirintis tahun 2003. Keberadaan Tapak Suci mendapat respon sangat baik dari masyarakat. “Hal ini terbukti pada gelaran Festival Pencak Silat yang digelar di Cairo Internasional Stadium, Jumat (17/9) lalu,” kata Umair,  merupakan Mahasiswa S2  Jurusan Tafsir di Universitas Al-Azhar, Kairo.

Menurutnya, pada momen itu terdapat tiga ratus siswa pencak silat dari perguruan Tapak Suci dan Telago Biru.

“Seragam berwarna merah dengan garis kuning yang menjadi ciri khas Tapak Suci membuat arena stadion seakan ter-Muhammadiyah-kan. Siapa saja yang melihat akan terkesan,” tulisnya.

Peserta bukan hanya warga Indonesia dan Mesir, tapi juga ada warga dari negara lain.

Festival tersebut bahkan dihadiri oleh perwakilan Asisten Menteri Budaya dan Olahraga Mesir Amr Haddad, Dutabesar RI untuk Mesir Lutfi Rauf, Atdikbud KBRI Kairo Bambang Suryadi, Ketua Dewan Pengembangan Pemuda Muhammad Mamduh, Ketua Federasi Pencak Silat Internasional Mesir Ahmad Safwat, Kepala Otoritas Stadion Kairo Mayor Jenderal Ali Darwish, dan para jajaran staff KBRI yang lain.

Melihat hal ini, Umair juga melihat harapan besar gerakan Internasionalisasi Muhammadiyah lewat Tapak Suci.

“Melihat antusiasme para siswa Tapak Suci Mesir dan penonton itu, saya yakin Internasionalisasi Muhammadiyah bisa melalui diplomasi Tapak Suci. Motto Tapak Suci yang berbunyi Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi kuat, tanpa Iman dan Akhlak saya menjadi lemah’ siap menyongsong Internasionalisasi Muhammadiyah melalui seni dan budaya,” katanya. (R/R11/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)