PEJABAT EROPA SERUKAN PENEMPATAN PALESTINA DI BAWAH PERLINDUNGAN INTERNATIONAL

Martina Anderson
Martina Anderson

Brussels, 17 Shafar 1437/29 November 2015 (MINA) – Berkaitan dengan Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina, seorang pejabat Uni Eropa, Jumat, menyerukan penempatan Palestina dan rakyat Palestina di bawah perlindungan internasional.

“Menjelang Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina, saya ingin menegaskan kembali seruan saya untuk menempatkan Palestina dan orang-orangnya di bawah perlindungan internasional,” kata Ketua Delegasi Parlemen Eropa untuk Hubungan dengan Palestina, Martina Anderson.

“Para penjajah tidak akan melindungi orang yang terjajah,” tegas pejabat Uni Eropa tersebut, sebagaimana dilaporkan Mi’raj Islamic News Agency (MINA) dengan mengutip WAFA.

Anderson memulai pernyataan videonya, dengan menyatakan bahwa sejak resolusi PBB yang membagi Palestina, “hak rakyat Palestina telah terkikis tanpa sisa,” menyusul secara berturut-turut agresi militer Israel, perampasan tanah, pembangunan pemukiman dan pembatasan kebebasan Palestina.

Mengomentari aksi main tembak Israel belakangan ini terhadap warga Palestina, Anderson menyatakan: “Hari ini warga Palestina mengalami banyak kesulitan sepanjang sejarah mereka. Kekerasan yang meluas di wilayah tersebut menyusul keputusan Israel membatasi akses ke kota suci Yerusalem atas dasar sektarian telah mengakibatkan hampir seratus warga Palestina kehilangan nyawa mereka, dengan ribuan lainnya terluka karena kebrutalan polisi dan tentara Zionis serta ¬†serangan-serangan pemukim Israel secara membabibuta.”

Anderson juga mengimbau negara di seluruh dunia agar mengakui Palestina dan menyerukan diakhirinya blokade Israel di Gaza, dihentikaannya aktivitas dan teror para pemukim Israel, demikian pula hukuman kolektif rakyat Palestina dan pendudukan tanah mereka.

“Hukuman kolektif terhadap pemuda Palestina harus dihentikan dan demi menjamin perdamaian dan stabilitas di kawasan itu pendudukan harus diakhiri,” kata pejabat Uni Eropa tersebut.

Dia juga menyerukan pembebasan tahanan politik Palestina yang ditahan di berbagai pusat penahanan Israel.

“Kemajuan hakiki menuju solusi dua-negara damai tidak dapat diciptakan dalam iklim ketakutan dan intimidasi,” pungkasnya.

PBB memperingati Hari Solidaritas Internasional Rakyat Palestina setiap  29 November, hari yang sangat
bermakna dan signifikan untuk rakyat Palestina.

Pada hari itu pada 1947, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi 181, yang bertujuan untuk membentuk sebuah “Negara Arab” dan “negara Yahudi” dengan Yerusalem sebagai corpus separatum, yakni kawasan yang tak boleh dikuasai bangsa apapun dan berada di bawah rezim internasional khusus. (T/R07/R01)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0