Pejabat Israel: Hubungan Rahasia dengan Bahrain Berjalan 20 Tahun

Manama, MINA –  Seorang pejabat Israel mengatakan bahwa perjanjian diplomatik yang dijadwalkan ditandatangani Ahad ini (18/10), antara Israel dan Bahrain, merupakan puncak dari 20 tahun hubungan rahasia antara kedua pihak, menurut media Ibrani.

Pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan, “Ada pembicaraan tentang hubungan yang telah berlangsung 20 tahun, dan sekarang ada kesempatan untuk mengungkapnya.”

Sebelumnya, sebuah pesawat dengan delegasi Israel, ditemani pejabat AS, lepas landas dari Bandara David Ben Gurion di Tel Aviv menuju ke ibu kota Bahrain, Manama, untuk menandatangani perjanjian diplomatik membuka  kedutaan di masing-masing negara.

Surat kabar Yediot Aharonot menyebutkan, delegasi Israel dipimpin Penasihat Keamanan Nasional Meir Ben Shabat. Sedangkan delegasi AS dipimpin oleh Menteri Keuangan Stephen Mnuchin, dan Avi Berkovitch, penasihat Presiden AS Donald Trump.

Pesawat akan terbang melalui udara Arab Saudi dalam penerbangan langsung ke Bahrain.

Delegasi Israel akan menandatangani 6 atau 7 dokumen kerjasama antara dua kementerian luar negeri dengan Bahrain, kesepakatan tentang penerbitan visa bagi pemegang paspor resmi, dan kesepakatan lain di bidang komunikasi dan perdagangan.

Delegasi gabungan Israel-AS diterima di Bandara Manama oleh Menteri Luar Negeri Bahrain Abdul Latif Al-Zayani. Setelah itu, pembicaraan bilateral akan dimulai dalam kelompok kerja, kemudian akan dilakukan penandatanganan kesepakatan.

Lama kunjungan delegasi Israel di Manama tidak akan melebihi 7 jam, setelah itu akan kembali ke Tel Aviv.

Delegasi AS akan melanjutkan perjalanannya dari Manama ke Abu Dhabi, dan dari sana akan mendampingi delegasi Emirat ke Israel pada Selasa (20/10) untuk menandatangani sekitar 18 perjanjian di berbagai bidang, termasuk penerbangan, investasi, kerja sama ilmiah dan teknologi, penerbitan visa, dan pendirian kedutaan.

UEA dan Bahrain bulan lalu memutuskan untuk menormalisasi hubungan mereka dengan Israel, dalam sebuah tindakan yang ditanggapi dengan kritik tajam Palestina. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)