Beirut, MINA – Sejumlah pejabat tinggi di faksi Perlawanan Palestina Jihad Islam berbicara kepada Al Mayadeen setelah Hamas menyampaikan tanggapan Perlawanan kepada mediator pada Selasa malam (6/2).
Wakil Sekretaris Jenderal Jihad Islam Palestina (PIJ), Mohammad al-Hindi, mengatakan melalui sambugan telepon, tanggapan terhadap “kerangka perjanjian”, yang juga dikenal sebagai Dokumen Paris, mencakup klausul yang mengacu pada “prinsip-prinsip dasar” yang ditetapkan oleh gerakan perlawanan.
Hal itu termasuk “penghentian agresi [Israel], penarikan diri Israel dari [Jalur Gaza], dan rekonstruksi [Jalur Gaza],” jelas al-Hindi.
“Tanggapan kami terhadap perjanjian kerangka kerja ini selaras dengan prinsip-prinsip kami dengan sedikit perubahan dalam kata-katanya,” tambahnya.
Baca Juga: Tawanan Israel Cium Kening Pejuang Hamas saat Dibebaskan
Al-Hindi mengatakan, pertemuan para pejabat tinggi Mesir, Qatar, Amerika, dan Perancis di Paris “bertujuan untuk membahas masalah tahanan dan ketegangan regional.” Hal ini berujung pada perumusan Dokumen Paris yang menawarkan gencatan senjata berbatas waktu, yang akan mewujudkan kesepakatan pertukaran tahanan antara Israel dan Perlawanan Palestina.
Namun, al-Hindi mengatakan, dalam tanggapannya, Perlawanan mengambil kesempatan untuk “memperkenalkan prinsip-prinsip dasar yang dianutnya ke dalam [Dokumen] Paris.”
Mengenai pertanyaan pihak mana yang akan menjamin bahwa klausul tersebut tidak dilanggar oleh pendudukan Israel, al-Hindi menekankan bahwa kekuatan Perlawanan adalah penjamin sebenarnya dari kesepakatan tersebut, bukan mediatornya.
Namun, ia mengakui peran yang dapat dimainkan oleh beberapa negara dan organisasi, yaitu “Turki, Qatar, Mesir, Rusia, dan PBB.”
Baca Juga: Milisi Israel Bakar Rumah dan Kendaraan Warga Badui Palestina di Yerusalem
Ia menekankan bahwa Amerika Serikat bukanlah salah satu negara yang dapat memainkan peran sebagai penjamin.
“Amerika benar-benar bias terhadap Israel. Apa yang kita lihat dengan mata kepala sendiri adalah partisipasi mereka dalam agresi dan mencegah bantuan memasuki Gaza,” kata pejabat itu. (T/RI-1/P2)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel akan Tunda Pembebasan Tahanan Palestina