PEJABAT MESIR-PALESTINA BANTAH KEBERADAAN ISIL

Pejuang ISIL (Gambar: Ma'an)
Pejuang ISIL (Gambar: Ma’an)

Jalur Gaza, 2 Ramadhan 1435/30 Juni 2014 (MINA) – Pejabat Mesir dan Palestina membantah kehadiran pejuang yang berafiliasi dengan kelompok militan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) di Jalur Gaza dan tetangganya, Semenanjung  Sinai.

Di Gaza, Ahad (29/6), Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Palestina Iyad Al-Buzm mengatakan, klaim sebelumnya oleh sumber keamanan Mesir bahwa 15 orang yang berafiliasi dengan gerakan militan ISIL telah memasuki Sinai dari Jalur Gaza melalui terowongan bawah tanah  “palsu dan tidak berdasar”, Ma’an News melaporkan seperti dikutip MINA, Senin.

“Ini adalah kebohongan dan rekayasa,” katanya. “Ini usaha untuk mencemarkan Jalur Gaza.”

Al-Buzm mengatakan, semua terowongan penyelundupan antara Mesir dan Jalur Gaza telah dihancurkan oleh tentara Mesir, membuat perjalanan seperti itu mustahil.

Juru bicara itu menambahkan bahwa pasukan keamanan nasional Palestina dikerahkan di sepanjang perbatasan dengan Mesir untuk mencegah setiap upaya untuk menyeberangi perbatasan.

“Seluruh kelompok militan yang beroperasi di Gaza berafiliasi dengan faksi Palestina dan tidak ada kehadiran pejuang ISIL yang berbasis di Irak dan Suriah, ” ujarnya.

Sumber-sumber militer Mesir juga membantah laporan berita yang disiarkan di media Mesir mengenai penyeberangan 15 pejuang ISIL dari Gaza ke Sinai.

Sumber-sumber mengatakan kepada wartawan Ma’an di El-Arish, di Sinai Utara tidak ada pergerakan pejuang dan laporan tentang adanya pejuang yang ditangkap di Sinai adalah “rekayasa”.

Pejabat Mesir mengatakan, tentara Mesir memegang kendali penuh atas Semenanjung Sinai, terutama zona aktivitas pejuang di Rafah, Sheikh Zuweid dan El-Arish.

“Ada perbedaan besar antara situasi keamanan di Sinai tahun ini dan tahun sebelumnya dalam hal pencapaian kontrol tentara Mesir,” kata pejabat tersebut.

Para pejabat di sejumlah negara di kawasan telah mengangkat lonceng peringatan tentang potensi ekspansi ISIL, setelah kelompok itu menyerbu setengah Irak dalam perjalanannya beberapa hari di pertengahan Juni.

Serangan dari basis kelompok di Suriah Timur mencapai pinggiran kota Baghdad dan mengejutkan dunia yang memicu reaksi cepat  dari Iran, Amerika Serikat, Rusia, dan negara lain untuk mendukung pemerintah Irak dalam menghadapi kelompok tersebut. (T/P09/EO2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0