PEJABAT PALESTINA: LANJUTKAN NEGOSIASI DENGAN ISRAEL PERCUMA

(Sumber Foto: MEMO)

Ramallah, 15 Jumadil Akhir 1435/15 April 2014 (MINA) – Jenderal Tawfiq Tirawi, anggota Komite Sentral Fatah, mengatakan Melanjutkan pembicaraan damai Otoritas Palestina-Israel tidak akan mencapai hasil apa-apa karena Israel bersikeras merampas Palestina dari hak dan tanah mereka.

Pernyataan Tirawi datang dalam upacara untuk menandai pembunuhan mantan pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Khalil Al-Wazir yang digelar di Universitas Al-Quds, Hebron, selatan Palestina, Selasa.

Tirawi mengatakan, penjajah Israel melakukan operasi penangkapan warga Palestina setiap harinya, memperluas proyek perluasan dan pembangunan permukiman ilegal dan menyita tanah Palestina, menjadikan solusi dua negara tidak memungkinkan.

Demikian lembaga pemantau Timur Tengah Middle East Monitor (MEMO) melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Israel melanggar semua kesepakatan internasional yang mengungkapkan maksud sebenarnya bahwa pihaknya tidak menginginkan perdamaian,” Tirawi menjelaskan.

Pejabat Palestina itu juga mengatakan tidak akan ada perdamaian tanpa pembebasan semua tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel, kembalinya semua pengungsi ke rumah mereka, dan mendirikan negara Palestina dengan ibukotanya di Al-Quds (Yerusalem).

Sebelumnya, Salah Bardawil, pemimpin terkemuka dalam gerakan Hamas mengatakan, rakyat Palestina tidak akan mengizinkan para negosiator untuk mengesampingkan hak-hak dan ketetapan Negara itu.

Bardawil mengatakan dalam sebuah acara untuk mendukung Masjid Al-Aqsha di kota Khan Younis, selatan Jalur Gaza, Senin kemarin, pendekatan negosiasi telah gagal, dan Otoritas Palestina serta para pemimpin Arab harus berkontribusi pada perjuangan memperoleh kemerdekaanPalestina sepenuhnya.

Dia menjelaskan, negosiasi damai yang dimediasi Amerika Serikat itu membawa lebih banyak perluasan permukiman ilegal bagi ekstrimis Yahudi dan proyek yahudisasi Kota Al-Quds, Al-Resalah melaporkan.

Bardawil menyatakan, agresi yang sering dilakukan penjajah Israel terhadap kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha akan meletuskan intifadah ketiga.

Pemimpin Hamas itu menekankan Kota Al-Quds, di mana Masjid Al-Aqsha berada adalah bagian dari iman dan jiwa rakyat Palestina. “Kami tidak akan membiarkan hak-hak kami terhapuskan,” tegasnya.(T/P02/R2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0