Pejabat Pasukan Kurdi Seru Israel Ambil Tindakan Cegah Turki

Kobane, MINA – Seorang pejabat di Pasukan Demokrat Suriah (SDF) pimpinan Kurdi pada Senin (21/10) menyeru Israel mengambil tindakan terhadap serangan militer Turki ke Suriah utara.

Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim itu, juga menyatakan keyakinannya bahwa orang-orang Yahudi tidak akan mengabaikan keadaan Kurdi di Suriah utara, dengan menyebutkan sejarah penganiayaannya.

“Negara Israel harus bekerja untuk mengakhiri perang ini yang membunuh wanita dan anak-anak dan mengusir warga sipil dari rumah mereka,” kata pejabat itu kepada Times of Israel dalam sebuah pesan singkat.

Turki melancarkan serangan lintas perbatasan terhadap Kurdi Suriah pada 9 Oktober setelah AS mengumumkan penarikan militer dari utara negara itu.

Namun pada Kamis (17/10) lalu, gencatan senjata yang ditengahi AS diumumkan, memberikan waktu kepada SDF hingga Selasa malam (22/10) untuk menarik diri dari zona penyangga sejauh 30 kilometer yang ingin dibuat Turki di sepanjang perbatasan selatannya.

Meskipun ada pengumuman gencatan senjata, beberapa pertempuran antara pasukan Turki dan SDF terus berlanjut di sepanjang perbatasan.

SDF telah menjadi sekutu utama Washington dalam perang yang didukung AS melawan kelompok ISIS di Suriah, tetapi Turki memandang SDF sebagai teroris yang terkait dengan militan Kurdi di Turki.

Sejak Turki memulai invasi, lebih dari 300.000 warga sipil telah terlantar, menurut Rami Abdel Rahman, Kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Lusinan warga sipil Kurdi terutama Suriah juga tewas dalam pertempuran. (T/RI-1/B05)

Mi’raj News Agency (MINA )