Pejabat PBB : Berlanjutnya Pembangunan Pemukiman Israel Picu Ketegangan

New York, MINA –  Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Tor Wencesland, memperingatkan, berlanjutnya pembangunan pemukiman Israel di Palestina terus memicu ketegangan dan ketidakstabilan kawasan.

“Pemukiman memperburuk ketidakstabilan dan kemajuan untuk mencapai solusi dua negara,” ujar Wencesland dalam pengarahan virtualnya di hadapan Dewan Keamanan PBB, Selasa (19/10). Quds Press melaporkan.

Ia mengatakan, kegiatan pemukiman, pembongkaran dan penyitaan properti Palestina, operasi tentara Israel, terutama di Area A, dan pembatasan pergerakan dan akses, termasuk blokade Gaza, semua ini semakin memburuk keadaan.

Dia mengetakan perlunya langkah-langkah paralel yang lebih luas oleh Otoritas Israel, Palestina dan komunitas internasional. “Kerangka kerja seperti itu harus terus berlanjut, untuk mengatasi tantangan politik, keamanan, dan ekonomi,” katanya.

Dalam pidatonya, Wencesland juga berbicara tentang serangan lanjutan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina, mencatat serangan menyebabkan 18 cedera dan kerusakan sejumlah properti.

Sejak musim panen zaitun dimulai pekan lalu, dilaporkan pemukim merusak lebih dari 1.200 pohon zaitun.

Wencesland meminta pemerintah pendudukan untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memenuhi kewajibannya melindungi warga sipil Palestina dari kekerasan, termasuk serangan oleh pemukim, serta untuk menyelidiki dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Dia juga mengkritik kelanjutan pemukiman oleh pemerintah pendudukan Israel, dan menekankan bahwa “semua pemukiman ilegal menurut hukum internasional masih merupakan hambatan besar bagi perdamaian.”

Menurutnya, sejumlah besar warga Palestina, termasuk anak-anak, masih saja dibunuh dan dilukai oleh pasukan Israel.

Mengakhiri pidatonya, dia berkata, “Meskipun besarnya tantangan politik, ekonomi dan kemanusiaan saat ini, kita tidak boleh pesimis atau negatif.” (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)