Pejabat PBB Ingatkan Dampak Buruk Blokade Gaza

Gaza, 20 Muharram 1438/21 Oktober 2016 (MINA) – Koordinator Khusus PBB untuk Perdamaian di Timur Tengah, Nikolay Mladenov, memperingatkan akan terjadinya ketegangan di Gaza jika blokade Israel tetap berlanjut.

“Bagi siapa yang meyakini bahwa penduduk Gaza bisa dihukum secara ekonomi dengan penutupan atau pemberlakuan pembatasan masuknya bahan bangunan pokok, maka mereka harus tahu bahwa derajat ketegangan di Gaza bisa meningkat tajam,” kata Mladenov dalam diskusi terbuka di sidang Dewan Keamanan PBB, Kamis (20/10).

Pasukan pendudukan Israel mulai memberlakukan blokade Gaza sejak kemenangan gerakan Hamas dalam pemilu legislatif pada Januari 2006 lalu. Blokade semakin diperketat pada Juni 2007, demikian Pusat Info Palestina melaporkannya.

Menurut data yang dihimpun PBB, diketahui bahwa sekitar 80% penduduk Gaza bergantung pada bantuan dalam hidup mereka, sementara sekitar 43% adalah pengangguran dari total jumlah penduduk Gaza yang diperkirakan mencapai 2 juta jiwa.

Dalam hal ini, Mladenov menegaskan bahwa orang-orang Palestina tidak mampu mempraktekkan hak-hak demokratik mereka setelah penundaan pemilu di Tepi Barat dan Gaza.

“Ini sangat berbahaya,” ujarnya.

Pada 4 Oktober lalu, Palestina memutuskan menunda pemilu daerah yang sedianya dilaksanakan pada 8 Oktober, selama 4 bulan. Keputusan penundaan itu dilakukan sehari setelah keputusan pengadilan yang merekomendasikan pelaksaan pemilu di Tepi Barat saja tanpa Gaza.

Di akhir diskusi, Mladenov menegaskan bahwa pembangunan permukiman-permukiman Yahudi di tanah Palestina adalah ilegal berdasarkan hukum internasional, dan berdampak pada terganggunya prinsip solusi dua negara. (T/P011/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)