Pejuang Palestina dan Lebanon Kembali Balas Serangan Israel di Gaza

Pasukan pejuang perlawanan Palestina berhasil melumpuhkan tank pasukan Israel (Foto: Istimewa)

Gaza, MINA – Brigade Al-Qassam telah menembakkan rentetan rudal ke Tel Aviv dan kota-kota lain di wilayah pendudukan Israel sebagai tanggapan atas pengeboman Israel terhadap warga sipil di Gaza, ketika para pejuangnya terlibat dalam bentrokan sengit dengan pasukan Israel di dalam jalur tersebut.

Al-Qassam, sayap bersenjata gerakan perlawanan Hamas, mengatakan dalam pernyataan terpisah pada hari Jumat (1/12), mereka menembakkan roket ke kota Asqalan, Ashdod, Sderot, Netivot, dan Beersheba, serta pangkalan militer Ra’im.

Al-Qassam juga mengatakan, para pejuangnya menyerang pasukan Israel di Gaza utara, termasuk tank Israel dan pengangkut pasukan. Press TV melaporkan.

Mereka menyerang sekelompok tentara Israel yang ditempatkan di dalam sebuah gedung di Beit Hanoun menggunakan empat peluru anti-personel dan anti-benteng, kata sebuah pernyataan.

Secara terpisah, Brigade al-Quds, sayap militer Jihad Islam Palestina, mengatakan, pihaknya menyerang beberapa kota sebagai tanggapan atas pengeboman Israel. Dikatakan, pihaknya menargetkan Kibbutz Kissufim dengan 107 rudal.

Gerakan tersebut mengatakan para pejuangnya terlibat dalam bentrokan sengit dengan tentara Israel di dekat Rumah Sakit Al-Rantisi di lingkungan Al-Nasr di Kota Gaza.

Brigade Al-Quds juga mengatakan, para pejuangnya menembak jatuh pesawat tak berawak Skylark Israel di Gaza tengah.

Hizbullah melanjutkan serangan

Gerakan perlawanan Lebanon Hizbullah juga melanjutkan operasi anti-Israel untuk mendukung perlawanan di Gaza, yang sempat terhenti selama gencatan senjata tujuh hari.

Gerakan tersebut mengatakan bahwa mereka menargetkan kelompok tentara Israel di posisi militer Jal al-Alam, Al-Marj, dan Ramya, serta barak Ramim.

Artileri pendudukan Israel menyerang beberapa daerah di Lebanon selatan, menewaskan seorang ibu dan putranya di kota Houla, Lebanon.

Hizbullah berjanji, perbatasan Lebanon-Palestina akan tetap menjadi garis depan aktif selama agresi Israel terhadap Gaza terus berlanjut.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 109 orang syahid dan ratusan lainnya terluka, ketika rezim Israel melanjutkan operasi militer dan menargetkan daerah pemukiman dan kamp pengungsi di seluruh wilayah padat penduduk sejak Jumat pagi ketika gencatan senjata selama sepekan berakhir. (T/RI-1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)