SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pekerja Kargo Prancis Cegat Pengiriman Peralatan Elbit Systems ke Israel

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:48 WIB

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:48 WIB

23 Views ㅤ

(Ilustrasi) Aktivis BDS Prancis bersama anggota kelompok kolektif Les Désobeissants terlihat menggelar aksi protes tanpa kekerasan terhadap perusahaan pertahanan Israel, Elbit Systems, di Paris Air Show pada 24 Juni 2017. (Foto: BDS France / Les Désobeissants]

Paris, MINA – Para karyawan perusahaan kargo Prancis menolak memuat kiriman peralatan keamanan dari perusahaan keamanan Israel, Elbit Systems, ke dalam pesawat El Al yang dijadwalkan berangkat dari Paris menuju Israel pada Sabtu (10/10) malam.

Ynet pada Jumat melaporkan, pejabat keamanan Israel telah turun tangan untuk menangani situasi ini.

Sebuah sumber dari kelompok aktivis Urgence Palestine mengatakan kepada The New Arab bahwa kiriman tersebut belum meninggalkan Prancis. Sumber itu menyebutkan Air France telah membatalkan kontrak pengangkutannya.

Air France  secara terbuka membantah kargo itu dipesan untuk penerbangan mereka dan menyatakan maskapainya tidak mengangkut senjata atau amunisi ke Israel.

Baca Juga: Trump Sebut Paris Segera Jadi Kota Muslim, Desak Macron Tutup Perbatasan

Namun, kampanye Stop Arming Israel menyanggah pernyataan tersebut, dengan mengklaim Air France  menghapus rincian pengiriman dari sistem pemesanan mereka pada Rabu malam.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan serikat pekerja pada Kamis, produsen asal Prancis, Mijno, yang berbasis di Saint-Étienne, dan perusahaan pengiriman barang DSV telah mengatur agar kiriman tersebut diangkut menggunakan penerbangan El Al LY220, yang dijadwalkan berangkat dari Bandara Charles de Gaulle Paris pada Sabtu, 10 Oktober.

Serikat pekerja, yang mencakup cabang General Confederation of Labour (CGT) dan SUD Aérien, mendesak otoritas Prancis dan manajemen bandara untuk mencegah kiriman tersebut. Mereka menegaskan bahwa kewajiban Prancis berdasarkan hukum internasional tetap berlaku terlepas dari maskapai mana yang mengangkut barang tersebut.

Kargo itu dilaporkan berisi komponen mekanis yang digunakan dalam sistem pada kendaraan militer dan ditujukan untuk Elbit Systems Land, sebuah divisi dari perusahaan pertahanan Israel, Elbit Systems.

Baca Juga: Macron Kecam Kerusuhan Demo Biaya Hidup di Prancis, Hampir 2.400 Orang Ditangkap

Dua serikat, NIDAL dan Action Sécurité Éthique Républicaines (ASER), juga telah mengambil langkah hukum untuk meninjau pengiriman tersebut.

Melalui pengacara mereka, serikta-serikat tersebut meminta kantor perdana menteri Prancis memastikan apakah izin ekspor telah diterbitkan, mengidentifikasi pengguna akhir yang dituju, serta memeriksa jaminan yang mengatur penggunaan komponen-komponen tersebut.

Mereka juga meminta otoritas bea cukai di Bandara Charles de Gaulle dan di Lyon, tempat kargo tersebut dilaporkan akan melintas, untuk melacak dan memeriksa pengiriman. Kelompok-kelompok tersebut mendesak agar setiap izin ekspor ditangguhkan jika diperlukan.

Ekspor militer Prancis ke Israel menghadapi pengawasan yang semakin ketat di tengah genosida di Gaza.

Baca Juga: Wapres AS Akui Kesalahan dalam Perang Iran

Mobilisasi terbaru ini merupakan bagian dari kampanye yang diluncurkan pada awal Oktober oleh sekitar 60 organisasi yang berupaya mengakhiri kerja sama militer dengan Israel, serta mencegah pengangkutan senjata dan komponen militer melalui perusahaan, pelabuhan, dan bandara di Prancis.

Aksi serupa yang dilakukan pekerja pelabuhan di Italia telah menghambat pengiriman yang diduga berisi persenjataan untuk Israel.

Menjelang rencana keberangkatan penerbangan El Al, serikat pekerja mendesak para pekerja bandara untuk tetap waspada dan menyerukan kepada Air France agar berkomitmen secara terbuka untuk menolak pengangkutan peralatan apa pun yang ditujukan bagi kepentingan militer Israel.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Sanksi Perusahaan yang Ikut Tender Permukiman Ilegal Israel di E1

Rekomendasi untuk Anda