PELAJAR DAN EKSTRIMIS YAHUDI SERBU AL-AQSHA

Ekstrimis Yahudi menyerbu Masjid AlAqsha, Rabu (17/9). (Foto: Al-Aqsa Foundation)
Ekstrimis Yahudi menyerbu Masjid AlAqsha, Rabu (17/9). (Foto: Al-Aqsa Foundation)

Al-Quds (Yerusalem), 24 Dzulqa’dah 1435/18 September 2014 (MINA) – Sekitar 40 pemukim ekstremis Yahudi dan pelajar Yeshiva Israel dengan penjagaan ketat polisi khusus Israel, menyerbu Masjid Al-Aqsha melalui gerbang Al-Magharibah, barat masjid sejak Rabu (17/9) pagi waktu setempat.

Direktur media Yayasan Al-Aqsha untuk Wakaf dan Warisan Islam, Anas Ghanayem, mengatakan, para pemukim dan pelajar Yahudi dikawal sekelompok rabi radikal melakukan tur provokatif menuju Qubbatush Sakhrah (Dome of Rock) di dalam lingkungan Masjid Al-Aqsha.

Ghanayem menunjukkan bentrokan jamaah Muslim Palestina dengan para pemukim ilegal ekstrimis Yahudi terjadi saat jamaah berusaha memaksa pemukim keluar dari masjid, Al-Ray Media Agency melaporkan sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis.

Menurutnya, penyerbuan para ekstrimis Yahudi ke Masjid Al-Aqsha akan meningkatkan dalam beberapa jam ke depan di tengah seruan yang diluncurkan oleh apa yang disebut dengan “organisasi sinagog” untuk meningkatkan penodaan terhadap Masjid Al-Aqsha, diduga pada kesempatan merayakan ” keempat tahun kematian seorang ekstrimis Yahudi”.

Kelompok ekstremis pemukim Yahudi, sering disertai dengan pasukan keamanan Israel, berulang kali memaksa masuk menuju kompleks Al-Aqsha.

Situasi tegang

Sementara Israel telah menempatkan polisi khusus di sekitar gerbang Al-Aqsa, memeriksa ketat jamaah Muslim Palestina dan mengambil kartu identitas mereka.

Sedikitnya 30 anggota yang disebut pasukan khusus intervensi Israel telah berjaga-jaga di lingkungan Al-Aqsha, Palestinian Information Center (PIC) melaporkan.

Sebuah demonstrasi mengungkapkan skema jahat Israel untuk meningkatkan kehadiran Yahudi di sekitar Masjid Al-Aqsha dan menghapus karakter Islamnya dilakukan Muslim Palestina.

Banyak aksi duduk jamaah Muslim Palestina di Masjid Al-Aqsha oleh jamaah Palestina yang telah waspada terhadap skema Israel di Al-Aqsha. Yayasan Al-Aqsha memperingatkan upaya Israel untuk menegakkan sebuah kebijakan untuk pembagian waktu mau pun tempat pada Al-Aqsha bagi umat Islam dan Yahudi.

Bagi umat Islam, Al-Aqsha merupakan situs paling suci ketiga di dunia. Yahudi menyebut daerah itu sebagai “Temple Mount,” mengklaim lingkungan itu adalah tempat dua dinagog Yahudi terkemuka di zaman kuno.

Israel menduduki Al-Quds selama Perang Timur Tengah 1967. Israel kemudian menganeksasi kota suci pada tahun 1980, mengklaim dengan memproklamirkan diri sebagai ibukota negara Yahudi.(T/R05/R11)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0