Peletakkan Batu Pertama Pembangunan Kampus II STAI-PIQ Sumbar

Padang, MINA – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi berharap, Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Al-Qur’an (STAI-PIQ) Sumatera Barat, akan lahir ahli-ahli Al-Qur’an yang mampu menerangi kehidupan keagamaan dan kebangsaan yang sejuk dan indah, dirajut dengan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

“Juga sebagaimana adagium yang mengatakan; adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, syarak mangato adat mamakai. Hukum adat berdasarkan hukum agama, hukum agama berdasarkan Al-Quran. Segala perbuatan hendaknya selalu mengingat aturan adat dan agama, jangan bertentangan antara satu dengan yang lainnya,” kata Menag saat peletakan batu pertama pembangunan Kampus II  STAI-PIQ Sumbar, Ahad (15/11).

Ia menjelaskan, Indonesia dikenal dunia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. sudah sepantasnya dan sepatutnya Indonesia menjadi rujukan bagi kemajuan peradaban Islam di dunia, demikian keterangan yang diterima MINA.

“Karena Itu, kita berharap semoga kampus ini dapat berkontribusi menjadi pusat kajian, studi dan penelitian Al-Qur’an yang moderat dan mencerahkan,” ucap Menag.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menjelaskan, STAI-PIQ Padang ini berdiri sejak tahun 1981 pada masa Gubernur Sumbar Azwar Anas, semula bernama Akademi Ilmu Al-Qur`an (AIQ) di Sumatera Barat. “Dan tahun 1994  menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Al-Qur`an (STAI-PIQ) Sumatera Barat,” terang Gubernur.

Dikutip dari laman staipiq.ac.id, saat ini STAI-PIQ memiliki  dua Program Studi yaitu Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IQT) dan Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), serta dua Program Khusus yaitu Program Tahfizh dan Tafhim al-Qur’an (TTQ) dan Program Ma’had ‘Ali lil Qur’an wa Sunnah.

Sebelum peletakkan batu pertama pembangunan kampus II STAI-PIQ Padang, Menag bersama Gubernur Sumbar meninjau pembangunan asrama Haji baru Sumatera Barat yang  berada di Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. (R/R8/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)