Pesepakbola Leicester City Buka Puasa Di Tengah Pertandingan

Leicester, Inggris, MINA – Wasit sejenak menghentikan pertandingan untuk memberi kesempatan pesepakbola muslim Wesley Fofana dari Leicester City, berbuka puasa di tengah pertandingan clubnya melawan Crystal Palace.

Bek Leicester City, Wesley Fofana, 20 tahun, warga Perancis keurunan Mali,  mengaku bersyukur bisa mendapatkan perlakuan khusus sehingga ia bisa berbuka puasa di tengah pertandingan. Demikian dalam keterangan tertulis yang diterima MINA, Jumat (30/4).

Fofana adalah seorang muslim yang taat dan ikut menjalankan ibadah Ramadhan dengan berpuasa di tengah tuntutan profesinya sebagai pesepakbola.

Ia sebelumnya membela Saint-Ettienne dan pindah ke Leicester City pada musim ini. Ia sudah tampil 23 kali di Liga Inggris.

Pertandingan antara Leicester dan Palace itu berjalan sebelum matahari terbenam. Fofana, yang tampil starter, masih harus berpuasa ketika laga berlangsung.

Menariknya, ketika jam berbuka puasa tiba, pertandingan dihentikan sejenak di menit ke-30. Kiper Palace Vicente Guaita terlihat menunda dalam melepaskan tendangan gawang.

Fofana dan pemain Muslim lain, yakni bek Palace Cheikhou Kouyate, kemudian diizinkan untuk menepi ke lapangan untuk berbuka puasa dengan minum dan meneguk cairan energi.

Sebelum kick-off, kedua kapten tim telah sepakat bahwa pertandingan akan dihentikan di jam berbuka puasa. Momen tersebut diyakini merupakan pertama kalinya partai Liga Primer Inggris dihentikan untuk memberikan kesempatan berbuka puasa kepada para pemain.

Lewat akun Twitter miliknya, Fofana pun merasa tersentuh dengan momen tersebut.

“Hanya ingin berterima kasih kepada Premier League, Crystal Palace, Vicente Guaita dan semua pemain The Foxes yang telah mengizinkan saya berbuka puasa malam ini di tengah pertandingan. Itulah yang membuat sepakbola indah,” tulis Fofana.

Sebelumnya, sikap toleransi serupa sudah ditunjukkan Brendan Rodgers ketika manajer Leicester itu menarik keluar Fofana di menit ke-60 pekan lalu di laga melawan West Browich Albion, tepat sebelum ia berbuka puasa.

“Dia luar biasa. Dia belum makan atau minum sepanjang hari tapi masih bisa tampil di level ini. Idenya adalah menariknya keluar sehingga dia bisa berbuka puasa di bangku cadangan, dan sedikit melindunginya. Saya pernah bekerja dengan banyak pemain yang mengabdikan hidup pada keyakinan mereka dan itu bisa memberi mereka kekuatan,” kata Rodgers.

Pertandingan kali itu, bek 20 tahun tersebut bisa bermain selama 90 menit untuk membantu Leicester menang 2-1, sebuah hasil yang mendongkrak peluang The Foxes untuk lolos ke Liga Champions musim depan. (R/R11/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)