Pembangkit Listrik di Gaza Tak Dapat Beroperasi akibat Kekurangan Bahan Bakar

Gaza, MINA – Otoritas Energi Palestina di Jalur Gaza mengumumkan penangguhan satu-satunya pembangkit listrik pada pukul 12 siang hari Sabtu (6/8), waktu setempat, karena tidak dapat memasok bahan bakar ke pembangkit tersebut, akibat berlanjutnya penutupan di penyeberangan perbatasan Karam Abu Salem.

“Karena keadaan saat ini, dan ketidakmampuan untuk memasok bahan bakar ke pembangkit, stasiun akan dihentikan pada Sabtu sore,” kata Otoritas Energi Palestina, demikian korespondem MINA di Gaza melaporkannya.

Otoritas pendudukan Israel pada Jumat (5/8) sore berjanji akan memasukkan sejumlah bahan bakar untuk pembangkit listrik satu-satunya beroperasi di Gaza, tetapi mereka tidak melakukannya.

“Ini terjadi sebelum agresi Israel di Gaza mulai menargetkan pemimpin militer gerakan Jihad Islam di wilayah utara, Tayseer Al-Jabari, dan warga Palestina lainnya,” katanya.

Pada hari Jumat, tentara pendudukan Israel memulai operasi militernya di Jalur Gaza, yang menurut Kementerian Kesehatan Palestina, menyebabkan pembunuhan 12 warga Palestina, termasuk seorang anak dan dua wanita.

Koresponden MINA di Gaza melaporkan, dengan otoritas listrik mengumumkan untuk memadamkan pembangkit listrik, listrik yang tersedia di Gaza hanya 120 megawatt, sementara dua juta warga Palestina yang tinggal di Gaza yang terblokade membutuhkan lebih dari 500 megawatt.

Diperkirakan jadwal distribusi listrik di Gaza hanya akan tersedia 4 jam, dan pemadaman selama 12 jam. Hal ini akan menyebabkan lebih banyak kesulitan dalam kehidupan warga Palestina.

Selasa lalu, Israel menutup perlintasan Komersial Karam Abu Salem, selatan Jalur Gaza, sebagai bagian dari langkah-langkahnya mempersiapkan respons Jihad Islam atas penangkapan pemimpin Bassam Al-Saadi di Tepi Barat, pada Senin malam.

Rafik Maliha, Manajer Umum Pembangkit listrik Gaza, sebelumnya telah memperingatkan konsekuensi tidak memasukkan bahan bakar ke pembangkit listrik melalui persimpangan Karam Abu Salem. (L/R7/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)