Pembangkit Nuklir Pertama di Timur Tengah Mulai Beroperasi Komersial

Abu Dhabi, MINA – Pembangkit listrik tenaga nuklir pertama Uni Emirat Arab (UEA) mulai beroperasi secara komersial pada hari Selasa (6/4/2021), melalui pengumuman yang disampaikan Emirates Nuclear Energy Corporation (ENEC).

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah di wilayah Abu Dhabi adalah pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di dunia Arab dan bagian dari upaya negara penghasil minyak untuk mendiversifikasi bauran energinya.

Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan memuji pencapaian ini, menggambarkannya sebagai tonggak penting dalam peta jalan jangka panjang UEA untuk meraih kemakmuran ekonomi berkelanjutan berbasis pengetahuan, yang bermanfaat bagi banyak generasi yang akan datang.

Sheikh Mohamed mengatakan Program Nuklir Perdamaian UEA, yang dijalankan oleh para pakar berbakat dan berkualifikasi penuh UEA, bersama dengan tenaga ahli global, akan menjadi pengubah permainan sektor energi di negara itu, Kantor Berita OKI melaporkannya.

“Program UEA telah menjadi panutan global dan perintis dalam kerja sama internasional yang erat dalam proyek-proyek strategis tersebut,’ katanya.

Entitas pemerintah UEA diberi mandat untuk melaksanakan program UEA, ENEC, bagian dari ADQ, salah satu perusahaan induk terbesar di kawasan itu, mengonfirmasi bahwa anak perusahaan operasi dan pemeliharaannya, yakni Perusahaan Nawah Energy (Nawah) telah berhasil memulai operasi komersial unit pertama Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah, setelah dinyatakan selesai segala aspek pengujian.

Unit pertama ini menghasilkan 1.400 MW kini menyediakan listrik yang konstan, andal, dan berkelanjutan sepanjang waktu. Sementara tiga unit lagi akan mulai menghasilkan energi terbarukan di tahun-tahun mendatang.

Hasilnya, ENEC kini memimpin upaya dekarbonisasi terbesar dari industri mana pun di UEA hingga saat ini.

Ketua ENEC Khaldoon Khalifa Al-Mubarak mengatakan, UEA menetapkan peta jalan yang jelas dengan prinsip yang kuat untuk memastikan pengembangan proyek ini sesuai dengan standar keamanan dan kualitas industri internasional tertinggi dengan transparansi penuh.

“Investasi kami dalam teknologi perintis dan dekarbonisasi produksi listrik kami tidak hanya memajukan kepemimpinan energi bersih UEA, tetapi juga menghasilkan manfaat sosio-ekonomi dan lingkungan yang nyata,” kata Al-Mubarak.

“Kami mengucapkan selamat kepada semua mitra kami karena kami terus mendukung kemakmuran dan pertumbuhan berkelanjutan negara kami, ”tambahnya.

PLTN Barakah menggunakan teknologi yang terbukti mengurangi emisi karbon secara signifikan untuk mengatasi perubahan iklim, salah satu tantangan terbesar yang pernah dihadapi dunia.

“Tim kami yang terdiri dari Warga Negara UEA dan pakar internasional telah bekerja tanpa lelah dengan dukungan dari Kepemimpinan dan mitra internasional kami untuk mencapai tonggak penting dalam sejarah Program UEA ini,” kata CEO ENEC Mohamed Ibrahim Al-Hammadi.

Barakah One Company, anak perusahaan ENEC yang bertanggung jawab atas kegiatan keuangan dan komersial proyek Barakah, menandatangani Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPA) dengan Emirates Water and Electricity Company (EWEC) pada tahun 2016 untuk membeli semua listrik yang dihasilkan di pembangkit tersebut untuk 60 tahun mendatang.

Listrik yang diproduksi di PLTN Barakah disalurkan ke jaringan nasional dengan cara yang sama seperti pembangkit energi lainnya, menyediakan listrik bersih untuk rumah dan perusahaan di seluruh negeri.

Dimulainya operasi komersial mengikuti periode pengujian ekstensif, diawasi oleh regulator nasional independen – Otoritas Federal untuk Peraturan Nuklir (FANR). FANR melakukan 312 inspeksi independen sejak awal pengembangan Barakah.

Tinjauan ini telah dilakukan bersamaan dengan lebih dari 42 penilaian dan tinjauan sejawat oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan Asosiasi Operator Nuklir Dunia (WANO).

Pabrik Energi Nuklir Barakah, yang terletak di Wilayah Al-Dhafra di Emirat Abu Dhabi, adalah salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di dunia, dengan empat unit APR-1400. Pembangunan Pabrik dimulai pada tahun 2012 dan terus berkembang pesat sejak saat itu.

Unit 2 sekarang telah menyelesaikan proses pemuatan bahan bakar dan sedang mengerjakan semua proses yang diperlukan sebelum mulai beroperasi, yang dijadwalkan rampung pada 2021 mendatang.

Sementara pembangunan Unit 3 dan 4 berada dalam tahap akhir dengan penyelesaian masing-masing Unit sebesar 94 persen dan 89 persen, yang memanfaatkan pengalaman dan pembelajaran selama pembangunan Unit 1 dan 2.

Pembangunan PLTN Barakah secara keseluruhan kini sudah rampung lebih dari 95 persen.(T/R1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)