Pembicaraan Damai Yaman Jauh Dari Kesepakatan

Kuwait, 17 Rajab 1437/25 April 2016 (MINA) – Pembicaraan damai Yaman yang ditengahi PBB masih jauh dari mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik karena besarnya perbedaan kedua delegasi.

Dialog damai di Kuwait itu terus memasuki hari keempat. Delegasi kembali bernegosiasi pada Ahad (24/4), tapi hanya satu jam pembicaraan.

“Itu jelas bagi Utusan Khusus PBB (Ismail Ould Cheikh Ahmed) bahwa pembicaraan itu ke mana-mana,” lapor wartawan Al Jazeera Hashem Ahelbarra dari Kuwait City yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Belum ada kemajuan di sini karena perbedaan yang besar. Utusan harus menangguhkan sesi. Houthi kemudian mengatakan mereka akan berkonsultasi dengan para pemimpinnya di Yaman tentang apakah kembali ke pembicaraan atau berkemas dan pergi,” kata Ahelbarra.

Menurutnya, Houthi mengatakan bahwa mereka bersedia untuk bernegosiasi, tetapi mereka adalah orang-orang yang memiliki “tangan di atas”, karena itu mereka menuntut memiliki suara yang lebih besar dalam pemerintahan.

Sementara pemerintah Yaman menuntut Houthi menyerahkan senjatanya dan menarik diri keluar dari kota-kota utama.

Sebelumnya Cheikh Ahmed mengatakan, perundingan di Kuwait berlangsung “konstruktif”.

Sementara negosiasi damai menemui kebuntuan, di tanah Yaman jet tempur pemerintah menargetkan kota pelabuhan Mukalla yang dikuasai oleh Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) yang menurut warga menewaskan 30 pejuang.

“Pembebasan Mukalla dari tangan organisasi Al-Qaeda telah dimulai,” kata Gubernur Ahmed Saeed Bin Breik dalam sebuah pernyataan.

Para pejabat setempat mengatakan, puluhan kendaraan lapis baja dan ratusan tentara berkumpul di Rama, sekitar 70 km utara Mukalla, dalam persiapan untuk maju di lapangan.

Sekitar 6.200 orang telah tewas dalam perang yang lebih setahun. (T/P001/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)