Pemerintah Disarankan Ciptakan Kantong Pangan Nasional di Setiap Daerah

Jakarta, 10 Ramadhan 1437/15 Juni 2016 — Guna mewujudkan cita-cita kedaulatan pangan nasional pemerintah disarankan untuk menciptakan kantong-kantong pangan nasional.

Menurut Anggota Komisi VI DPR RI Aria Bima, kantong pangan nasional di setiap daerah startegis bisa mengintegrasikan supply and demand pangan nasional, demikian keterangan pers yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Maka pemerintahan Jokowi ini kalau akan melakukan target kedaulatan pangan, harus benar-benar mengintegrasikan supply and demand dalam konteks wilayah nasional. Dan membuat kantong-katong pangan di setiap wilayah yang menjadi lumbung pangan di masing-masing daerah. Wilayah timur mana, wilayah tengah mana, wilayah barat, harus dibagi-bagi lagi. Itu yang saya kira mengenai capaian kedaulatan pangan dan harus terukur,” papar Aria tidak lama ini.

Untuk mengintegrasikan ketersediaan dan kebutuhan pangan nasional, Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menekankan kepada setiap kementerian yang berwenang untuk melakukan koordinasi secara kompak dan sinergis. Aria menilai koordinasi pada setiap pemangku kepentingan masih belum optimal.

“Yang penting itu koordinasi, Bulog itu kerjanya ngapain dalam konsep swasembada pangan. Kan masuk lima program prioritas pemerintah, termasuk swasembada pangan. Perdagangan ngapain, perindustrian ngapain, pertanian ngapain, jadi jidatnya masing-masing Dirut itu harus ada mereknya. Harus ngapain poinnya. Saya melihat koordinasinya masih kurang,” tandas Aria.

Dewan dari daerah pemilihan Jawa Tengah V ini juga menyinggung soal pemberdayaan lahan kering dan lahan basah. Menurutnya di setiap kondisi lahan memiliki potensi masing-masing, hal demikianlah yang harus dimanfaatkan secara jeli oleh pemerintah.

Aria juga mempertanyakan, apakah saat ini pemerintah telah memaksimalkan penyerapan pangan lewat Bulog. Apakah kemudian ada hal-hal yang perlu dialokasikan untuk para BUMN pangan nasional, seperti pupuk dan lain-lainnya. Mengenai hal tersebut dia memungkinkan untuk melakukan audit di dalam tubuh Bulog.

“Hari ini kebutuhan pangan beras di tingkat petani posisinya agak kacau,” keluh Aria. (T/R05/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)