PEMERINTAH ISRAEL PAKSA KOSONGKAN PEMUKIMAN KAABINAH

193260812
Pemerintah Israel memaksa pengosongan pemukiman warga dari suku Kaabinah, Tepi Barat. (Foto: PIC)

Al-Quds, 25 Rabi’ul Awwal 1436/16 Januari 2015 (MINA) – Pemerintah Israel memaksa suku Kaabinah agar segera mengosongkan pemukiman, Tepi Barat, yang sudah menempati wilayah ini sejak 30 tahun lalu.

Mereka dipaksa pindah ke wilayah tersebut berdasarkan keputusan pemerintah Zionis antara tahun 1983-1984 silam. Dalam keputusannya, pemerintah akan menguasasi tempat tersebut sebagai tanah negara di dekat permukiman Israel, Mettsibi Jericho.

Wilayah yang dihuni sedikitnya 70 orang jiwa, 27 di antaranya anak-anak, The Palestinian Information Center (PIC) melaporkan dan dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Berdasarkan laporan dari koran Haaretz menyebutkan, wilayah ini dulunya termasuk ke dalam 25 distrik semisal milik suku Jahalin dan Kaabinah. Mereka tersebar di wilayah timur Al-Quds.

Pemerintah Israel di Ramallah hendak mengambil alih wilayah ini dan akan memaksa warganya untuk mengosongkannya, demi memberikan kesempatan pada pemukiman Israel untuk memperluas wilayahnya.

Saksi mata mengatakan, pengawas pemerintah Israel tiba di lokasi pada Senin sore didampingi tiga personel tentara untuk menyerahkan surat perintah pengosongan, berdasarkan intruksi militer yang terbit pada 1999.

Perlu disebutkan, penduduk wilayah ini sebelumnya telah diusir dari tanah kelahiranya di Nagev pada peritsiwa Nakbah tahun 1948. Mereka mendiami wilayah timur Tepi Barat. Tatkala pembangunan permukiman Kfar Adumem, mereka juga diusir untuk kedua kalinya. Kini, kembali diusir untuk yang ketiga kalinya, karena ada perluasan permukiman Mitsibi Jericho. (T/P011/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0