Pemerintah Masih Lakukan Operasi Intelejen Untuk Pembebasan Lima Sandera WNI

Jakarta, 27 Dzulhijjah 1437/29 September 2016 (MINA) – Pemerintah Indonesia, baik dari Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan masih terus mengupayakan pembebasan lima WNI yang disandera di Filipina.
“Pemerintah masih melakukan operasi intelejen guna pembebasan lima WNI tersebut yang kini terbagi menjadi dua kelompok,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementrian Luar Megeri, Lalu Muhammad Iqbal dalam acara Informal Gathering Media, di Jakarta, Kamis (29/9).
“Karena terbagi menjadi dua kelompok, pembebasan lima WNI tersebut menjadi cukup sulit,” jelasnya.
Lalu menjelaskan, meski begitu Menkopolhukam memimpin langsung di crisis center untuk mengupayakan pembebasan, juga melakukan pendekatan dengan Malaysia.
“Tidak hanya itu, Menteri Luar Negeri RI pun terus melakukan kontak dengan aset-aset yang ada, dan terus mengupayakan pembebasan WNI,” ujarnya.
Lalu mengatakan, menurut informasi yang diterimanya, kondisi lima WNI masih baik.
Diberitakan sebelumnya, empat WNI yang sempat ditahan Abu Sayyaf telah dikembalikan kepada keluarga masing-masing, Selasa (27/9).
Dengan bebasnya empat WNI, pemerintah mengantongi tugas menyelamatkan sisa lima sandera. Kelimanya adalah awal kapal Charles 001 berbendera Indonesia.(L/P008/R05)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Baca Juga:  BNPB: 836 Unit Rumah Rusak Akibat Banjir di Kabupaten Merauke