Jakarta, MINA – Pemerintah-MUI bersinergi dan terbuka dengan keberagaman, termasuk aliran yang diduga sesat, sebab keragaman menjadi salah satu warisan dari para leluhur bangsa Indonesia yang harus terus dirawat bersama.
Hal ini disampaikan Staf Ahli Menteri Dalam Negeri, Dr . Laode Ahmad, di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-II Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Majelis Ulama Indonesia (KPPP MUI), di Jakarta, Kamis (9/3).
“Semboyan bangsa ini lahir sejak zaman Mpu Tantular yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Spirit yang ada di dalamnya bertujuan untuk merajut multikulturalisme masyarakat Indonesia,” kata Dr . Laode.
Dr Laode mengatakan, secara khusus pemerintah dan institusi terkait harus bersinergi memberikan kesetaraan hak kepada warganya.
Baca Juga: Legislator Dorong Pemerintah Komunikasi Intensif dengan Saudi Terkait Pembatasan Usia Jamaah Haji
Kendati demikian, ruang yang disediakan mampu memperhatikan beberapa hal utama.
Pertama, meningkatkan komitmen untuk kemajuan bangsa dengan saling menghormati melalui kebijakan-kebijakan yang ditetapkan.
Kedua, menghindarkan diskriminasi dalam merumuskan wadah kebijakan, termasuk juga produk-produk hukum daerah.
Ketiga, memperkokoh kerukunan umat beragama melalui institusi dan forum lembaga keagamaan, sebagaimana yang selama ini telah dilakukan MUI.
Baca Juga: Harapkan Penyelenggaraan Haji Berkualitas, Legislator Setuju Biaya Haji 2025 dengan Catatan
Keempat, memperkuat kesadaran toleransi masyarakat guna menghindari praktek diskriminasi dalam pelayanan publik.
Kelima, pemenuhan hak-hak warga negara.
Keenam, pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama membangun sinergitas untuk mencegah, menangkal, serta meluruskan dan pemikiran aliran sesat demi terwujudnya wasathiyatul Islam di NKRI.
“Poin keenam saya kira erat kaitannya dengan kerja-kerja yang dilakukan MUI selama ini untuk mewujudkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” jelasnya.
Baca Juga: Jamaah Terbang ke Saudi 2 Mei, Ini Rencana Perjalanan Haji 2025
Lebih lanjut, Laode Ahmad menegaskan, peran ulama sangat penting dalan merajut keragaman dan toleransi di Indonesia.
Oleh karenanya, dia berharap, MUI bisa tetap eksis dan konsisten menjaga keharmonisan bangsa melalui kontribusinya merawat dan menyebarkan Islam Wasathi di Indonesia. (R/R4/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Perkuat Sinergi, BP Haji Sambangi Muhammadiyah, NU dan Asrama Haji Surabaya