Damaskus, MINA – Pemerintah Suriah melalui Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat mengutuk keras gelombang terbaru agresi Israel terhadap wilayah negara itu, mendesak masyarakat internasional untuk mengambil sikap tegas dan menekan Israel agar menghentikan agresinya dan mematuhi hukum internasional.
Dilansir dari SANA, Kamis (3/4), dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di saluran Telegramnya, Kementerian mengatakan: “Dalam pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan kedaulatan Suriah, pasukan Israel melancarkan serangan udara di lima lokasi di seluruh negeri dalam waktu 30 menit.”
Kementerian menjabarkan bahwa serangan udara Israel mengakibatkan kehancuran hampir total Bandara Militer Hama dan melukai puluhan warga sipil dan personel militer.
“Eskalasi yang tidak dapat dibenarkan ini merupakan upaya yang disengaja untuk mengacaukan Suriah dan memperburuk penderitaan rakyatnya,” kata Kementerian.
Baca Juga: Sembilan Warga Sipil Syahid oleh Serangan Udara Israel di Suriah
Kementerian Luar Negeri mencatat bahwa pada saat Suriah sedang berusaha membangun kembali setelah 14 tahun perang, serangan berulang ini merupakan bagian dari strategi Israel yang jelas untuk menormalkan kekerasan sekali lagi di dalam negeri, yang merusak upaya pemulihan dan mengakarnya budaya impunitas.
“Republik Arab Suriah menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengambil sikap tegas dan memberikan tekanan kepada Israel agar menghentikan agresinya, menghormati hukum internasional, dan menjunjung tinggi komitmennya berdasarkan Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974. Kami juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan semua badan internasional terkait untuk segera mengambil tindakan guna menghentikan eskalasi ini dan mencegah pelanggaran lebih lanjut,” tambah Kementerian Luar Negeri. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kelompok Muslim AS Galang Dukungan RUU Pemblokiran Senjata ke Israel