Pemerintah Yaman Minta Bantuan Internasional Perangi COVID-19

Petugas rumah sakit di kota Aden, Yaman, memakai masker saat berbicara kepada pasien, 12 Mei 2020. (Foto: AP)

Aden, MINA – Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyerukan komunitas global untuk membantu memerangi penyebaran virus corona (COVID-19) dan penyakit lainnya di kota pelabuhan Aden, ketika jumlah korban meninggal karena pandemi naik menjadi 18 orang.

Komite Darurat Nasional Tinggi yang berbasis di Aden pada Sabtu (16/5) mengatakan, jumlah total kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di daerah yang dikontrol pemerintah itu naik menjadi 122 setelah 37 kasus baru terdeteksi di Aden, Hadramout dan Lahj selama dua hari terakhir.

Di Aden, pejabat pemerintah setempat mengatakan, ratusan orang telah meninggal sejak awal bulan lalu ketika kota itu dilanda banjir bandang dan hujan lebat.

“Kematian akibat demam berdarah, chikungunya, ebola, malaria, wabah pneumonia dan penyakit ambigu lainnya jauh lebih tinggi daripada yang disebabkan oleh virus corona baru. Ini adalah masalah nyata kami,” kata Salem Al-Khanbashi, Wakil Perdana Menteri Yaman dan Kepala Komite Darurat Nasional Tinggi, kepada Arab News.

Ia menambahkan bahwa petugas kesehatan setempat tidak dapat menentukan penyebab kematian pasien karena parahnya kekurangan peralatan medis.

Pemerintah Yaman telah menyatakan Aden sebagai zona bencana setelah lonjakan jumlah kasus COVID-19 dan kematian yang disebabkan oleh penyakit lain sesudah banjir menghancurkan infrastruktur kota.

“Kami ingin organisasi internasional membantu kami menentukan penyebab sebenarnya dari kematian itu,”kata Al-Khanbashi.

Pemerintah Yaman mencatat kasus pertama virus corona pada 10 April di kota pelabuhan Hadramout, Al-Sheher. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)