Pemilu, Israel Tutup Wilayah Palestina

Tel Aviv, MINA – Militer Israel akan memberlakukan penutupan total di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza selama pemilihan parlemen pada Selasa (17/9).

“Menurut evaluasi situasi keamanan dan arahan tingkat politik, penutupan total akan diberlakukan di wilayah Tepi Barat dan terminal Jalur Gaza,” demikian pernyataan Militer Israel, Anadolu Agency melaporkan.

Penutupan mulai diberlakukan sejak Senin (16/9) tengah malam selama 24 jam.

Pemilihan parlemen Israel dijadwalkan hari Selasa, lima bulan setelah pemilihan umum terakhir, karena Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak dapat membentuk pemerintahan mayoritas.

Para pengamat melihat, sebagai taktik menit terakhir untuk memenangkan pemilihan, pekan lalu Netanyahu berjanji mencaplok Lembah Yordan dan pemukiman lain di Tepi Barat yang diduduki jika ia menang, yang kemudian memicu kemarahan internasional.

Sekitar 650.000 orang Yahudi Israel saat ini tinggal di lebih dari 100 permukiman ilegal yang dibangun sejak 1967, ketika Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Palestina melihat wilayah ini, bersama dengan Jalur Gaza, sebagai bagian integral dari pembentukan negara Palestina di masa depan.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “wilayah pendudukan” dan menganggap semua kegiatan pembangunan permukiman Yahudi di sana ilegal. (T/Ast/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)