Pemimpin Hamas: Belum Gunakan Senjata Utama Melawan Israel

Pertahanan Iron Dome Israel mencegat roket-roket dari Gaza, Kamis, 13 Mei 2021. (Noam Revkin Fenton/Flash90)

Gaza, MINA – Seorang pemimpin senior Hamas mengatakan, gerakan perlawanan yang berbasis di Gaza itu belum menggunakan “aset utama” dalam operasinya melawan tindakan agresi rezim Israel yang menargetkan warga Palestina di wilayah pendudukan dan Gaza.

Wakil pemimpin Hamas, Saleh al-Arouri pada Kamis (13/5) mengatakan, mereka masih menggunakan peralatan pertahanan lamanya hanya untuk “menghabiskannya”, Press TV melaporkan.

“Kami ingin menghabiskannya (roket tua). Aset utama Qassam belum terungkap,” kata pejabat Palestina itu, dalam indikasi bahwa lebih banyak kejutan mungkin menunggu musuh Israel dalam gejolak terbaru antara kedua belah pihak.

Gaza dan wilayah Palestina yang diduduki telah memanas dalam beberapa pekan terakhir atas skema rezim Israel untuk mengusir puluhan warga Palestina dari rumahnya di lingkungan Sheikh Jarrah, Kota Tua di Yerusalem Timur (Al-Quds) yang diduduki sebagai bagian dari rencana jangka panjang, menjalankan skema untuk mengklaim tanah warga Palestina.

Kemarahan Muslim Palestina dan dunia semakin meningkat awal bulan ini dengan serangan Israel terhadap jamaah Palestina di kompleks Masjid al-Aqsa selama bulan suci Ramadhan.

Di tengah ketegangan, Israel meluncurkan operasi militer udara brutal lainnya terhadap warga sipil di Gaza. Sejauh ini, setidaknya 83 warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak, telah kehilangan nyawa mereka. Lebih dari 480 lainnya terluka akibat serangan udara Israel.

Militer Israel telah mendapat kecaman secara global atas kejahatannya terhadap warga Palestina, terutama mereka yang tinggal di Gaza, yang telah berada di bawah blokade Israel yang melumpuhkan.

Sejak Senin malam, Hamas telah menembakkan sekitar 1.500 roket dari Gaza, menurut perkiraan terbaru oleh militer Israel.

Pejabat medis Israel mengatakan, tujuh orang telah tewas di tanah pendudukan yang dilanda kepanikan, menunjukkan bahwa sistem rudal “Iron Dome” rezim yang banyak dipublikasikan telah gagal total dalam menghadapi tembakan roket besar-besaran. (T/RI-1/RS2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)