Pemimpin ISIS di Afghanistan Tewas

Jenderal John Nicholson, komandan pasukan AS di Afghanistan (Foto: BahktarNews)

Kabul, 13 Sya’ban 1438/10 Mei 2017 (MINA) – Militer Amerika Serikat (AS) merilis pernyataan bahwa pasukan khususnya telah melakukan penyerangan yang menewaskan pemimpin ISIS di Afghanistan.

Pernyataan tersebut menyusul spekulasi, bahwa Abdul Hasib termasuk di antara beberapa pemimpin tinggi ISIS di Afghanistan yang meninggal dalam serangan 27 April lalu di sebuah kompleks di Nangarhar. Demikian dilporkan oleh kantor bertia Afghanistan Bahktar yang dikutip MINA, Rabu (10/5).

Hasib diyakini berada di balik serangan pada bulan Maret di sebuah rumah sakit militer di ibukota Kabul yang membunuh atau melukai lebih dari 100 orang.

Pada bulan yang sama, pasukan Afghanistan dan AS melancarkan serangan balik di provinsi tersebut.

Jenderal John Nicholson, komandan pasukan AS di Afghanistan mengatakan, Hasib adalah pemimpin kedua ISIS di Afghanistan yang menjadi target perburuan dalam sembilan bulan terakhir.

Pada Maret lalu terjadi penyerangan di sebuah rumah sakit militer Afghanistan di Ibu Kota Kabul. Sebanyak lebih dari 30 orang dilaporkan tewas dan 50 lainnya terluka dalam kejadian ini.

Penyerang memasuki rumah sakit Sardar Daud dengan mengenakan pakaian dokter. Mereka memudian memasang peledak di pintu utama dan menembaki orang-orang yang ada di tempat itu.

Pasukan keamanan kemudian mencoba menghentikan serangan. Sebanyak empat pelaku dilaporkan tewas setelah baku tembak terjadi.

Serangan berlangsung selama enam jam. Beberapa orang di rumah sakit seperti penjaga, pasien, dan dokter mencoba bersembunyi dari para pelaku bersenjata. Bahkan, rekaman di televisi memperlihatkan mereka bersembunyi dan bergantung di balik jendela luar ruangan. Salah satu karyawan rumah sakit sempat menulis di jejaring sosial Facebook laporan tentang keberadaan para penyerang.

ISIS mengaku berada di balik peristiwa itu. Melalui kantor berita Amaq, kelompok militan itu menunjukkan gambar salah satu pelaku serangan yang ada di rumah sakit bersama sejumlah korban tewas. (T/B05/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)