Pemkab Brebes Akan Merelokasi Rumah Korban Bencana Tanah Bergerak

Brebes, MINA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, merencanakan relokasi bangunan rumah tinggal warga yang terdampak bencana tanah bergerak di Dukuh Sambungregel Desa Manggis Kecamatan Sirampog.

Relokasi akan dilakukan setelah ada keputusan dari ahli geologi yang saat ini sedang melakukan kajian. Hasil kajian itu nantinya untuk landasan merekomendasikan dilakukan relokasi.

Hal itu disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat meninjau lokasi bencana alam tanah bergerak tanah bergerak, di Dukuh Sambungregel, Desa Manggis, Selasa (19/1).

“Hari ini kami bersama Dandim 0713/Brebes, Kapolres Brebes serta dinas terkait mengecek langsung bencana tanah bergerak, ternyata terdapat kerusakan bangunan yang cukup parah,” katanya.

Menurutnya, meski tidak ada korban jiwa pada bencana tersebut, tetapi sudah banyak warga yang mengungsi sejak awal kejadian. Saat ini warga mengungsi di rumah saudaranya yang aman dan jauh dari lokasi tanah bergerak. Korban sudah diberi bantuan logistik berupa semmbako.

“Kami sudah koordinasikan dengan pemerintah pusat maupun provinsi untuk segera merencanakan relokasi bangunan. Tetapi, terlebih dulu akan dilakukan survei geologi untuk mengecek kondisi tanah, apakah masih bisa ditempati atau tidak,” jelasnya.

Dikatakan, bila tanah tidak bisa ditempati kembali, Pemkab Brebes akan membantu pembangunan rumah kembali melalui bantuan Pemkab Brebes maupun provinsi.

“Nantinya akan kami hitung kerusakan bersama BPBD dan segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Bupati berpesan, agar warga tetap berhati-hati, karena masih di musim penghujan dan dikhawatirkan tanah bergerak bisa terjadi lagi.

Pada saat meninjau ke lokasi, Bupati yang selalu mengenakan hijab ini juga memberikan trauma healing kepada anak-anak korban bencana untuk tetap semangat dan tidak mengingat bencana tersebut.

Kepala Seksi Perencanaan Teknis dan Pembiayaan Perumahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Provinsi Jawa Tengah Suprapta yang hadir di acara peninjauan tersebut akan mengusulkan pada Gubernur Ganjar Pranowo agar disediakan perumahan bagi korban tanah bergerak.

“Untuk tahun ini ada program itu pembangunan rumah anti gempa, termasuk untuk korban tanah bergerak,” katanya.

Pihaknya telah mendata ada 28 bangunan di Manggis, yaitu 26 rumah penduduk, 1 masjid dan 1 TPQ. Termasuk di Ragatunjung dan Bumiayu, nantinya diusulkan semua kepada gubernur.

“Relokasi dilakukan mandiri artinya bila warga punya tanah sendiri akan dibangun oleh pihak provinsi, atau melalui program Pemda yang menyiapkan tanah dan dihibahkan ke warga yang menjadi korban, pembangunannya dari pihak provinsi,” tuturnya.

Lanjut Suprapta, nantinya rumah akan dibangun dengan teknologi Rumah Sistem Panel Instan (RUSPIN) yaitu rumah tahan gempa yang sudah diuji, penemuan baru Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.

“Rumah relokasi tersebut dibangun dengan tipe 36, senilai Rp 50 juta,” katanya.

Mekanismenya, kata Suprapta, kelompok masyarakat membuat proposal diserahkan kepada Dinperwaskim Provinsi Jateng, kemudian dilakukan verifikasi dan validasi data lapangan dan siap untuk langsung dianggarkan. (L/B04/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)