DKI Gunakan Vaksin Astra Zeneca Untuk Vaksinasi Mulai 5 Mei

Jakarta, MINA – Pemprov. DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mulai menggunakan vaksin Astra Zeneca bagi warga yang baru  divaksin atau mendapatkan dosis pertama pada vaksinasi mulai 5 Mei.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, DKI Jakarta akan menerima sebanyak 1,5 juta dosis vaksin Astra Zeneca dari Kementerian Kesehatan RI.

“Mulai 5 Mei, seluruh pelayanan vaksinasi Covid-19 yang dibiayai pemerintah di fasilitas kesehatan di DKI Jakarta, seperti Puskesmas, RS, Klinik, Sentra Vaksin dan di luar gedung Puskesmas menggunakan vaksin Astra Zeneca untuk pemberian dosis pertama. Vaksin Astra Zeneca ini diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 12 minggu,” ujarnya pada Media Update Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Jakarta, Rabu (5/5).

Ia menyampaikan, saat ini sebanyak 500.000 dosis vaksin Astra Zeneca sudah diterima oleh Pemprov. DKI Jakarta.

Vaksin ini akan diberikan untuk kelompok lansia, pelayan publik, dan warga usia 18 tahun ke atas yang berada di RW padat penduduk sesuai Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 90 Tahun 2018 tentang Peningkatan Kualitas Pemukiman dalam Rangka Penataan Kawasan Pemukiman Terpadu, daerah yang terdapat atau berpotensi terjadinya kasus COVID-19 dengan Variant of Concern (VOC), dan daerah zonasi paling berisiko pada PPKM Mikro.

Widyastuti menjelaskan, jika ada warga yang dosis pertama menggunakan vaksin Sinovac, maka dosis kedua tetap menggunakan Sinovac, karena telah dilakukan penghitungan dan dosis vaksinnya pun telah disediakan.

“Namun, untuk warga yang baru mendapat dosis pertama per hari ini, maka akan diberikan Astra Zeneca,” jelasnya.

Sementara itu, dr. Prima Yosephine, MKM, Plt Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menjelaskan, vaksin ini telah mendapatkan WHO Emergency Use Listing (EUL), persetujuan penggunaan darurat dari BPOM, serta MUI.

Adapun efektivitas vaksin sampai 77,2 persen setelah pemberian dua dosis.

Prima juga mengatakan, tidak ada perbedaan dalam proses screening kesehatan saat pelaksanaan vaksinasi, baik itu jenis vaksin Sinovac maupun Astra Zeneca. (R/SR/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments are closed.