Pemuda Jamaah Muslimin (Hizbullah) Keluarkan Sikap Terkait Konflik Myanmar

Bogor, 20 Shafar 1438/20 November 2016 (MINA) – Pemuda Jamaah Muslimin (Hizbullah) mengeluarkan pernyataan sikap mengenai perkembangan terkini di Myanmar dengan terbunuhnya ratusan Muslim Rohingya oleh militer Myanmar sejak Sabtu (12/11) pekan lalu di wilayah barat Negara bagian Rakhine.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Jama’ah Muslimin (Hizbullah) M. Anshorullah sebagaimana keterangan pers yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Ahad (20/11).

Berikut isi Pernyataan sikap Pemuda Jamaah Muslimin (Hizbullah):

Mengingat krisis diskriminasi yang sudah menjurus pada genosida secara sistematis terhadap Muslim Rohingya di wilayah barat Negara Bagian Rakhine dalam beberapa hari terakhir, maka Syubban Jamaah Muslimin (Hizbulah) menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Pembantaian bar-bar yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap anak-anak, perempuan, dan semua muslim Rohingya adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak boleh ditolerir.
  2. Mengutuk dengan keras militer dan pemerintah Myanmar atas kekejaman itu.
  3. Mendesak Pemerintah Indonesia dan pemimpin-pemimpin dunia lainnya untuk mengutuk dan menarik duta-duta besarnya dari Myanmar, sampai mereka benar-benar meminta maaf, memulihkan krisis yang terjadi di Rohingya, dan mengembalikan hak-hak Muslim Rohingya secara nyata.
  4. Mendesak PBB untuk mengeluarkan Myanmar dari keanggotaan PBB.
  5. Mendesak seluruh pemimpin Islam untuk menghentikan semua jenis hubungan dengan Myanmar.
  6. Mendesak seluruh komunitas kemanusiaan dan umat Islam khususnya untuk memberikan bantuan nyata bagi muslimin Rohingya.
  7. Krisis diskriminasi yang ditunjukkan oleh Pemerintah Myanmar sudah nyata-nyata menjadi upaya pembersihan etnis (genosida) secara sistematis. Hal ini menginjak-injak upaya mulia mewujudkan perdamaian dunia. Oleh karenanya, hadiah nobel yang diterima oleh Aung San Suu Kyi haruslah dicabut.
  8. Mendesak umat Islam Indonesia untuk memberikan perhatian dan bantuan konkret bagi saudara-saudara Muslim Rohingya. Karena kekejian militer Myanmar selain melakukan genosida, juga telah melakukan penodaan dan penistaan terhadap agama Islam dengan membakar dan merusak Al-Quran.
  9. Menuntut seluruh pelaku media nasional dan internasional untuk bersikap adil dan memberitakan kekejaman militer Myanmar dengan obyektif dalam upaya menekan Pemerintah Myanmar.
  10. Menyerukan kepada umat Islam Rohingya agar terus melakukan perlawanan Jihad Qubra sekuat tenaga dengan segala daya dan upaya dengan tetap tabah dan sabar. “Alaa inna nashrallahi qariib. Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’mannashiir. Laa haula wa laa quwwata illa billaah.”
  11. Menuntut Pemerintah Bangladesh membuka perbatasannya bagi warga Muslim Rohingya dalam upaya mereka menyelamatkan diri dari kedzaliman Myanmar sekaligus memberikan akses bantuan kemanusiaan bagi muslim Rohingya.
  12. Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk berdiri dalam satu shaf/barisan sebagai wujud persatuan Islam sebagaimana Firman Allah dalam Al-Quran Surat Ash Shaf ayat 4 dan Surat Ali Imran ayat 103.

Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in

Bogor, 20 Shafar 1438 Hijriyyah/20 November 2016 Masehi

(L/P011/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)