PEMUDA JAMAAH MUSLIMIN (HIZBULLAH) NAPAK TILAS PERJUANGAN TEGAKNYA KHILAFAH

(Foto: Arsip)
Sekitar 13 pemuda mengikuti mengikuti napak tilas perjuangan Jamaah Muslimin (Hizbullah).(Foto: Arsip)

Bogor, 6 Syawwal 1436/22 Juli 2015 (MINA) – Sejumlah pemuda mengikuti napak tilas perjuangan Jamaah Muslimin (Hizbullah), sebuah perhimpunan Muslim yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah ‘Ala Minhajjin Nubuwwah) yang dimulai dari Markaz I, Pondok Pesantren Al-Fatah dan Shuffah Hizbullah, Cileungsi-Bogor, Rabu (22/7) pagi.

Napak tilas yang diikuti oleh 13 pemuda dari beberapa asal daerah yang berbeda tersebut, bertujuan untuk silaturahim dan mengenang jasa para pejuang yang ingin menghidupkan sunnah Rasulullah Shalallahu ‘Alahi Wasallam dengan hidup berjamaah dan dipimpin oleh seorang khalifah.

“Napak tilas ini bertujuan untuk mengenang perjalanan dan perjuangan yang dilakukan para sabiquna awwalun di Al-Jamaah dalam menegakkan Khilafah yang sesuai Rasulullah,” kata Ansorullah, selaku Ketua Pengurus Pusat Pemuda Jamaah Muslimin (Hizbullah) kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Jamaah Muslimin (Hizbullah) merupakan wadah kesatuan Muslimin yang ditetapi kembali pada 20 Agustus 1953 lalu bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1372, bukan organisasi, partai, perserikatan dan bentuk lain yang sifatnya politis, melainkan berbentuk Jama’ah.

Ditetapinya kembali Jama’ah Muslimin (Hizbullah) ini merupakan perwujudan ketaatan dalam memenuhi perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang disebutkan dalam Al-Qur`an Surat Ali ‘Imran ayat 102-103.

Rombongan yang melakukan perjalanannapak tilas selama tiga hari ini, akan melakukan kunjungan ke beberapa tempat di antaranya Tanjung Sari, Cilacap, Majenang dan beberapa tempat bersejarah lainnya termasuk tempat tinggal dan makam Wali Al-Fatah yang merupakan tokoh pertama yang memperjuangkan tegaknya Khilafah setelah runtuhnya Turki Utsmani.

Ansor melanjutkan, hasil yang diharapkan dari kegiatan tersebut selain untuk mengetahui sejarah awal mula dan perkembangan dinamika atau pergolakkan dakwah Jamaah Muslimin (Hizbullah) dari masa ke masa, juga dimaksudkan mengetahui langkah apa yang harus dilakukan oleh generasi selanjutnya.

“Diharapkan kegiatan ini bisa membangkitkan semangat syubban (pemuda/i) untuk menjadikan dakwah sebagai porientasi hidup,” kata Ansor yang juga koordinator rombongan napak tilas tersebut.

Rencananya, lanjut dia, perjalanan yang nantinya akan menjadi agenda rutin itu akan didokumentasikan dan dibuat sebuah buku.

“Ke depan, kita berharap tersusunnya sejarah Jamaah Muslimin (Hizbullah) sebagai referensi yang dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi acuan bagi generasi khilafah mendatang,” tambahnya.(L/K08-P004/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0