Pemuda Palestina Lancarkan Program Pertahankan Desa Humsa

Ramallah, MINA – Action Aid Palestine (AAP) mendukung inisiatif pemuda Palestina untuk mempertahankan dan membantu desa Palestina, Humsa al Bqai’a, setelah pasukan pendudukan Israel membongkar rumahnya di sana  awal bulan ini.

Tanggap darurat di desa Humsa al-Bqai’a Palestina ini, dimulai sebagai bagian dari program AAP “Partisipasi Sipil dan Demokratik Pemuda Palestina”.Demikian Wafa melaporkan, Jumat (27/11).

Program ini berfokus pada kepemimpinan pemuda dalam kesiapsiagaan dan tindakan tanggap dalam kasus darurat, baik  disebabkan oleh praktik pendudukan Israel atau konsekuensi dari penyebaran COVID-19.

Tanggapan ini, termasuk menyediakan 13 keluarga yang tendanya dihancurkan dengan batu api, pakan ternak, dan bibit tanaman karena  penting untuk memperkuat ketahanan mereka dan memenuhi kebutuhan dasar mereka di bawah kondisi ekonomi dan politik yang sulit serta pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung di Wilayah Pendudukan Palestina.

Kelompok pemuda mengembangkan rencana tanggap terhadap daerah ini setelah mereka mengidentifikasi kebutuhan komunitasnya dan ancaman saat ini.

Pasukan pendudukan Israel meratakan desa pada 3 November 2020. menghancurkan 76 bangunan, termasuk rumah, tempat penampungan hewan, jamban dan panel surya, dan menggusur 71 warga Palestina, termasuk 41 anak-anak.

Selain itu, tiga perempat penduduk desa kehilangan tempat berlindung, menjadikan ini insiden pemindahan paksa terbesar dalam lebih dari empat tahun.

Musim dingin dan pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung akan memperburuk kerentanan mereka karena akan sulit untuk memenuhi kesehatan dan kebutuhan tambahan mereka.

Sejauh ini, pada tahun 2020, 740 bangunan telah dihancurkan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, lebih dari setahun penuh sejak 2016 menyebabkan 896 orang Palestina kehilangan tempat tinggal.

Kurangnya izin bangunan yang dikeluarkan Israel biasanya disebut sebagai alasan, meskipun, karena rezim perencanaan yang restriktif dan diskriminatif, warga Palestina hampir tidak pernah bisa mendapatkan izin tersebut.

Dalam hal ini, penghancuran adalah cara utama untuk menciptakan lingkungan yang dirancang untuk memaksa warga Palestina meninggalkan rumah mereka dan menggusur penduduk asli dari tanah mereka. (T/IK/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)