Tepi Barat, MINA – Seorang pemukim Israel berusia 16 tahun ditangkap atas dugaan melempar batu yang menyebabkan seorang ibu Palestina terbunuh Oktober lalu, dan Kamis (24/1) didakwa melakukan aksi teror setelah DNA-nya ditemukan di atas batu yang dilemparkannya.
Pemukim itu berasal dari Dewan Regional Mateh Binyamin, dekat distrik Nablus, Tepi Barat utara yang diduduki, didakwa melempar batu ke kendaraan warga Palestina “sebagai tindakan aksi teror dan vandalisme kendaraan dengan sengaja.”
Aisha Muhammad Talal al-Rabi, 47, seorang ibu dari delapan anak, dari desa Bidya dekat Salfit di Tepi Barat utara yang diduduki, terbunuh dan suaminya terluka setelah para pemukim Israel melemparkan batu ke kendaraan mereka dekat pos pemeriksaan Zaatara, demikian Maan News Agency melaporkan dikutip MINA, Jumat (25/1).
Menurut dakwaan, pemukim Israel melemparkan batu seberat hampir 2 kg pada kendaraan Aisha, yang memiliki plat nomor Palestina, “karena motif ideologis rasisme dan permusuhan terhadap semua orang Palestina.”
Baca Juga: Idul Fitri: Hamas Kenang Keteguhan Hati Orang-Orang Hebat dan Perlawanan Heroiknya
Surat dakwaan tersebut menyatakan, “terdakwa melemparkan batu” dengan kekuatan besar ke kaca depan kendaraan dengan tujuan melukai penumpang yang menyebabkan kematian.”
Pria 16 tahun itu menceritakan kejadian mengapa DNA-nya ditemukan di atas batu yang menabrak kendaraannya, namun perwakilan polisi Israel mengatakan mereka tidak terlibatannya dalam kejahatan itu.
Pada 30 Desember, pihak berwenang Israel menangkap lima pemukim Israel, yang ditahan atas dugaan keterlibatan dalam pembunuhan Aisha, namun, empat dari lima pemukim Israel itu dibebesakan menjadi tahanan rumah 10 hari yang lalu, sementara tersangka utama tetap dalam tahanan.
Wilayah Palestina di daerah Nablus dikelilingi oleh permukiman dan pos-pos Israel, yang dilindungi oleh militer Israel dan terkenal karena terdiri dari para pemukim paling ekstremis.
Baca Juga: PRCS Temukan Jenazah 15 Personel Penyelamat yang Ditembaki Pasukan Israel
Namun, pemerintah Palestina tidak memiliki yurisdiksi atas warga Israel di Tepi Barat, dan tindakan kekerasan yang dilakukan pemukim sering terjadi di hadapan pasukan Israel, mereka tidak bertindak untuk melindungi warga Palestina. (T/R03/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Dokter Bedah AS: Pasien Palestina di Gaza Meninggal karena Kurang Pasokan Medis