Penanaman Pohon Zaitun Simbol Perjuangan Palestina

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Duta Al-Quds, Redaktur Senior Kantor Berita MINA

 

Kantor Berita MINA memberitakan, Wali Kota Rafah, Anwar Hamdan Al Shaer, mengucapkan terima kasih atas Program Wakaf 1.000 Pohon Zaitun untuk Gaza yang  diinisiasi oleh Jama’ah Muslimin (Hizbullah) dari Indonesia.

“Pemerintah kota Rafah mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas bantuan 1.000 pohon zaitun dan pemasangan saluran air yang telah kami terima,” ujar Al Shaer dalam suratnya kepada perwakilan Jama’ah Muslimin di Gaza, Senin (19/10/2020).

Jama’ah Muslimin (Hizbullah) merupakan wadah kesatuan umat Islam yang dipimpin seorang Imaamul Muslimin, berpusat di Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

“Mudah-mudahan sumbangsih ini menjadi bagian amal yang memperberat timbangan di hari kiamat,” ujar Walkot Rafah.

https://minanews.net/wali-kota-ramallah-sampaikan-terimakasih-kepada-jamaah-muslimin-atas-wakaf-pohon-zaitun

Program Wakaf 1.000 Pohon Zaitun diinisiasi oleh Jama’ah Muslim (Hizbullah) yang mengajak masyarakat khususnya Indonesia untuk  menanam pohon zaitun sebagai bentuk hadiah untuk warga Gaza yang telah diblokade Israel selama belasan tahun.

Sebelumnya, banyak pohon zaitun milik warga Gaza yang dibakar, dicabut paksa, bahkan diberi racun pupuk kimia oleh pendudukan Israel.

Penanaman dilakukan langsung oleh perwakilan Jama’ah Muslimin yang sedang bertugas sebagai sukarelawan pembangunan tahap kedua Rumah Sakit Indonesia di Gaza, yang digagas Lembaga Kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Resque Committee), berpusat di Jakarta.

Saat ini proses penanaman masih terus berlangsung dan telah memasuki tahap ke-9. Pada tahap ke-9 ini dilakukan penanaman sebanyak 1.025 pohon zaitun dan pipa air sepanjang 18 roll (100 meter per rol) di lahan milik Wali Kota Al Shaer.

Hingga kini total penanaman pohon zaitun telah mencapai 3.656 pohon zaitun. Sebelumnya, di tahap satu telah ditanam 33 pohon, tahap kedua 25 pohon, tahap ketiga 133 pohon, tahap keempat 705 pohon, tahap kelima 289 pohon, tahap keenam 141 pohon, tahap ketujuh 1.205 pohon,  dan tahap kedelapan 100 pohon.

Seputar Pohon Zaitun

Berbicara seputar pohon zaitun, ada beberapa hal menarik. Di antaranya:

  • Pohon zaitun dapat tumbuh di berbagai daerah dan cuaca. Di Palestina pernah ditemukan pohon zaitun berusia ribuan tahun.
  • Pohon Zaitun, buahnya enak, kualitas kayunya bagus, keras, dan indah.
  • Buah Zaitun dapat digunakan sebagai penyedap makanan yang sangat sehat, karena terdiri dari komposisi: 80% air, 15% minyak, dan 5% protein, karbohidrat dan serat.
  • Minyak Zaitun* juga dapat digunakan sebagai bahan make up/skin care, sangat baik untuk kulit dan bisa untuk minyak rambut.
  • Penghasilan dari Pohon Zaitun, pada 2014 saja, petani Palestina menghasilkan 108.000 ton zaitun. Kemudian diproduksi menghasilkan 24.700 ton minyak zaitun. Ini menyumbang US $ 10,9 juta (Rp160 miliar lebih) mencukupi 100.000 keluarga. Namun dengan berbagai upaya pendudukan Israel menghancurkan pohon-pohon zaitun, diprediksi penghasilan dari zaitun menurun.
  • Program Wakaf 1.000 Pohon Zaitun untuk Gaza, menggunakan biaya harga 12 Sheikel atau setara dengan Rp60.000 (enam puluh ribu rupiah) sudah termasuk transfer feeke Gaza.
  • Indonesia sejak 2019 sudah membuat aturan “Penghapusan Tarif atas Produk Kurma dan Minyak Zaitun Asal Palestina”. Program ini untuk mendukung penguatan kehidupan sosial dan kapasitas ekonomi Palestina dan diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk Palestina, terutama karena kedua produk tersebut merupakan produk ekspor utama Palestina ke Indonesia.
  • Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, produk-produk ekspor Indonesia ke Palestina meliputi kopi, teh, roti, biskuit, perkakas dari karet vulkanisir, arang kayu. Sedangkan produk-produk  impor utama Indonesia dari Palestina berupa : kurma dan minyak zaitun. Kurma dan minyak zaitun masih belum banyak diproduksi di Indonesia. Ada beberapa pohon kurma tumbuh di Indonesia, tapi belum menghasilkan kurma seperti di Palestina atau Negara Arab pada umumnya. Mungkin ada beberapa perbedaan struktur tanah sehingga belum memberikan hasil maksimal.

Simbol Perjuangan

Tidak kalah penting dari itu semua adalah bahwa pohon zaitun bagi warga Palestina merupakan simbol perjuangan rakyat Palestina.

Maka, selama masih ada pohon zaitun, yang itu merupakan perwujud Surat At-Tiin dalam Al-Quran (Wattiin waz Zaytuun), selama itu pula perjuangan Palestina terus berlangsung.

Walau banyak pohon zaitun dibakar, itu semakin mengobarkan semangat juang Palestina untuk merdeka. Walau banyak pohon zaitun digusur, diratakan, dicabut, itu justru menaikkan suhu perlawanan tiada akhir rakyat dan bangsa Palestina menghadapi pendudukan Israel.

Maka, logo, simbol dan mereka beberapa organisasi kemanusiaan, lembaga pendidikan dan produk-produk, banyak yang menggunakan pohon zaitun sebagai trade-nya.

Bahkan, pohon zaitun memainkan peran sejarah dan budaya yang penting dalam warisan Palestina dan identitas nasional. Identifikasi yang kuat antara pohon zaitun dan rakyat Palestina tidak hanya merupakan cerminan dari status ekonomi dan budaya zaitun yang unik di wilayah ini, tetapi juga tindakan perlawanan terhadap pendudukan Israel.

“Pohon zaitun telah menjadi simbol dan perwujudan kebangsaan Palestina. Bahkan lebih penting menjadi manifestasi perlawanan Palestina terhadap pendudukan Israel,” sebuah artikel Daily Sabah (16/11/2019)  menyebutkan demikian.

Selama ribuan tahun, pohon zaitun telah menjadi bagian integral dari lanskap Palestina dan Palestina memiliki beberapa pohon zaitun tertua di dunia, yang berusia 5.000 dan 4.000 tahun.

Pohon zaitun melukiskan lanskap kuno Palestina dari utara ke selatan dan dari timur ke barat. Zaitun juga dipandang memiliki hubungan sakral yang dimiliki orang Palestina dengan pohon-pohon ini. Pohon-pohon itu berfungsi untuk mengingatkan orang-orang Palestina tentang ikatan mendalam yang mereka miliki dengan tanah mereka, serta kekuatan dan ketahanan mereka ketika komoditas berharga dan simbol budaya diserang.

Tidak heran, jika musim panen zaitun adalah waktu yang dirayakan bagi orang-orang Palestina, seperti halnya negara-negara lain yang bangga dan gembira selama masa panen mereka.

Oleh karena itu, untuk membendung itu semua, militer Israel dan para pemukim Yahudi yang beroperasi di bawah perlindungan mereka hendak mengubah musim panen zaitun dari peristiwa yang menggembirakan menjadi musim teror.

“Jika pohon zaitun tahu tangan yang menanamnya, minyaknya akan menjadi air mata,” kata Mahmoud Darwish, menggambarkan betapa sedihnya pohon zaitun yang dirusak Israel.

Pendudukan Israel memiliki program sistematis untuk membersihkan Wilayah Palestina dari pohon suci ini dan untuk menghapus sejarah dan keberadaan Palestina di tanah Palestina.

Karena itu, gerakan penanaman pohon zaitun di Jalur Gaza maupun nanti di Tepi Barat, merupakan bagian dari perlawanan sesungguhnya di lapangan menghadapi pendudukan Israel. (A/RS2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)