Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penangkapan Ilmuwan Politik Pro-Palestina oleh Prancis Tuai Reaksi

Nur Hadis Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 11 Juli 2024 - 14:54 WIB

Kamis, 11 Juli 2024 - 14:54 WIB

13 Views

Paris, MINA – pro-palestina/">Penangkapan ilmuwan politik pro-Palestina, Francois Burgat di Prancis telah memicu reaksi keras dari sebagian masyarakat di negara tersebut. Demikian dikutip dari Anadolu, Kamis, (11/7).

Burgat, seorang ilmuwan politik terkenal yang mendukung perjuangan Gaza yang terkepung, ditahan atas tuduhan “menganjurkan terorisme,” kata pengacaranya pada hari Selasa.

Organisasi Yahudi Eropa mengajukan keluhan terhadap Burgat, seorang pakar dunia Arab dan Islamofobia, karena memposting ulang pada X pada 2 Januari ini, kata Rafik Chekkat kepada Anadolu.

Burgat, 76, dibebaskan pada sore hari setelah penangkapannya, kata Chekkat di X, menyebut penangkapannya “memalukan.”

Baca Juga: Fadli Zon Serukan Reformasi PBB Saat Kunjungi Majelis Umum

M’jid El Guerrab, mantan anggota parlemen Prancis, mengatakan kepada Anadolu bahwa masyarakat harus memobilisasi dan berbicara tentang penahanan dan “pelecehan” yang “tidak dapat diterima” ini.

Filsuf Joel Roman, mantan pemimpin redaksi majalah Esprit, menyebut gagasan menahan Burgat “tidak masuk akal.”

“Saya sedikit mengenalnya, dan Francois Burgat tidak boleh dicurigai mendukung terorisme,” katanya.

Vincent Geisser, direktur penelitian di Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Paris, menyebut penangkapan itu “memalukan,” dan menyebutnya seperti “perburuan penyihir.”

Baca Juga: Anggota Parlemen Seru Inggris Campur Tangan Hentikan Genosida Gaza

Mengutip 40 tahun Burgat mengabdi pada Republik Prancis, Geisser meminta semua rekannya untuk mengekspresikan “solidaritas individu atau kolektif.”

Burgat telah secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Gaza dan mengatakan dalam sebuah postingan di X awal tahun ini bahwa dia “lebih menghormati dan menghargai para pemimpin Hamas daripada para pemimpin negara Israel.”

Dia juga mengkritik sikap Perancis terhadap Hamas, dan menyebutnya sebagai penyerahan diri terhadap kebijakan AS dan Israel.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Hizbullah: Netanyahu Tidak Akan Menang Meski Perang Bertahun-tahun

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Indonesia