Penari Balet Pria Palestina Terkenal Tewas Di Laut

Atlit, Israel, MINA – Polisi Israel pada hari Rabu (27/5) menemukan mayat seorang penari ballet Palestina terkenal di dekat pantai tempat dia hilang pada Ahad (24/5) lalu, setelah ia mencoba membantu rekan wanitanya yang menghadapi kesulitan saat berenang di laut, menurut media Israel.

Ayman Safiah (29) adalah penari dan guru tari terkemuka dari kota Arab Kafr Yasif. Safiah secara luas dianggap sebagai penari balet pria Palestina pertama, setelah menarik pujian internasional untuk bakatnya yang luar biasa.

Safiah hilang pada Ahad pagi di sebuah pantai di kota Atlit, Israel utara, laporan media menyatakan, demikian dikutip dari The New Arab.

Media melaporkan, setelah seorang teman wanitanya ia temukan kesulitan di dalam air, Safiah terjun ke laut untuk membantunya. Wanita itu berhasil mencapai pantai, tetapi Safiah tidak pernah muncul kembali.

Polisi Israel mengatakan, mereka menggunakan semua kemampuannya untuk melakukan pencarian ekstensif terhadap tubuh Safiah. Namun, gagal.

Anggota partai Joint List Arab-Israel mengatakan, pihak berwenang tidak berbuat cukup untuk menemukannya, yang dibantah keras oleh polisi.

Kampanye media sosial untuk membantu menemukan Safiah pun diluncurkan. Banyak sukarelawan yang turut mencari tubuh penari itu. Namun, polisi Israel telah mendenda beberapa pencari relawan, menurut laporan berita.

Mayat Safiah ditemukan oleh helikopter polisi di dekat pantai Atlit pada hari Rabu.

Penghargaan untuk Safiah mengalir di media sosial, dengan Ketua Joint List Ayman Odeh menyebut kematiannya sebagai “kerugian besar”.

Dijuluki “Arab Billy Elliot”, Safiah mulai menari secara profesional sejak ia berusia 16 tahun. Dia telah berbicara tentang kesulitan yang dia hadapi karena mengejar cintanya untuk menari.

Setelah menerima beasiswa belajar di luar negeri, Safiah menghadiri Ramet School of Ballet and Contemporary Dance di London yang bergengsi. Dia tampil dalam rombongan di seluruh Eropa, termasuk penampilan di musikal Cats on London’s West End.

Safiah akhirnya kembali ke Israel, tempat ia melakukan dan mengajar ballet. (T/RI-1/P1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)