Pendidikan Anak di Bulan Ramadhan

Seorang ayah tengah mengajarkan anak membaca Al-Quran (sumber: IG)

Oleh: Hasanatun Aliyah, Wartawan Kantor Berita MINA

Ramadhan adalah bulan suci bagi umat Islam. Para ulama menyebut Ramadhan sebagai atau , karena begitu banyak hikmah nilai-nilai pendidikan yang dikandungnya.

Pada momen Ramadhan bagi orang tua setidaknya ada tiga (3) pendidikan yang dapat diajarkan kepada anak-anak agar menjadi generasi Islami diantaranya pendidikan , pendidikan dan pendidikan akhlak. Hadist yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam (SAW) bersabda;

“Seseorang mendidik anaknya itu lebih baik baginya dari pada ia menyedekahkan (setiap hari) satu sha.” (HR. At Tirmidzi)

1. Pendidikan Aqidah

Pendidikan aqidah yang bisa disampaikan kepada anak-anak saat Ramadhan yaitu memberikan pemahaman bahwa puasa adalah perintah Allah Subhanallah wa Taala (SWT), Tuhan pencipta seluruh alam. Allah adalah tuhan yang harus disembah dengan beribadah kepada-Nya, mentaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sebagaimana firman Allah;

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

Artinya; “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah: 183).

Puasa Ramadhan juga merupakan pondasi agama Islam, sebagai mana tercantum dalam 5 rukun Islam yaitu: syahadat, shalat, puasa, zakat dan berhaji (jika mampu secara materi dan fisik). Salah satu tanggung jawab sebagai umat muslim dalam melaksanakan kewajiban ibadah kepada Allah Subhanallah wa Taala (SWT) dengan berpuasa Ramadhan satu bulan penuh.

Untuk membiasakan beribadah, Islam memberikan arahan kepada orang tua agar melatih anak-anaknya untuk belajar melaksanakan ibadah. Salah satunya ialah melatih untuk beribadah puasa.

Sebagaimana shalat, puasa juga hendaknya dilatih dilakukan sejak dini. Fungsinya agar menjadikan anak-anak terbiasa melakukan ibadah mulai dari sejak kecil.

Sebagaimana sabda Rasulullah yang dikutip oleh “Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitabnya Fathul Mu’in” menjelaskan,;

“Wajib memukul dengan pukulan mendidik yang tidak melukai bagi orang tua apabila anak-anaknya meninggalkan shalat, meski qadha, atau meninggalkan syarat dari syarat-syarat shalat ketika anak-anak sempurna berusia 10 tahun. Sebab terdapat hadits shahih diriwayatkan oleh Abu Daud, no. 494, artinya: ‘”Perintahkan anak ketika ia sudah menginjak usia tujuh (7) tahun untuk shalat. Jika ia sudah menginjak usia sepuluh (10) tahun, maka pukullah ia (jika enggan shalat).”

“Juga ibadah puasa yang ia kuat melaksanakan. Anak-anak sebaiknya dibiasakan untuk melaksanakannya saat umur tujuh tahun dan dipukul saat berumur 10 tahun sebagaimana shalat. Hikmah dari hal itu ialah melatih untuk beribadah agar terbiasa melaksanakannya dan tidak meninggalkannya.” (Zainuddin Al-Malibari, Fathul Muin, [Dar Ibnu Hazm], halaman 38).

Saat berpuasa, menahan lapar dan dahaga dari adzan subuh hingga adzan magrib. Saat menjalankannya menyakinkan anak bahwa Allah senantiasa mengawasinya sehingga tidak berani makan dan minum, meski ia bisa bersembunyi dari penglihatan orang tua, saudara dan teman-temannya, sehingga ibadah puasa dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Inilah pendidikan aqidah yang fundamental; tidak sekedar meyakini keberadaan Allah, tetapi juga teraplikasi dalam perilakunya. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْلَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَغِنَّهُ يَرَاكَ

“Hendaknya kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (H.R Muslim)

2. Pendidikan Ibadah

juga disebut bulan penuh ampunan bagi umat Islam jika menjalankan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh akan diampuni dosa-dosanya sebagai mana dalam sabda Nabi Muhammad, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berikut:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Hurairah r.a., Nabi SAW bersabda: “Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah berlalu”. (Hadis Shahih, riwayat al-Bukhari: 37 dan Muslim: 1266).

Selain bulan penuh ampunan, Ramadhan juga bulan diturunkannya Al-Quran, bulan ini sangat digadang-gadang oleh umat Islam. Selain pengampunan, juga disebut bulan penuh berkah karena Allah shalallahu wa ta’ala mengistimewakan bulan ini dengan memberikan balasan pahala dengan berlipat ganda setiap perbuatan baik ibadah, maupun kebaikan lainnya.

Menukil hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap tindakan yang dilakukan anak Adam akan dilipatgandakan, tindakan yang baik akan dilipatgadakan pahalanya hingga 700 kali. Allah berfirman: Dengan syarat berpuasa yang dilakukan karena Aku (Allah), maka Aku akan memberinya pahala”.

Bulan ini menjadi momen yang tepat bagi orangtua mengajarkan pendidikan ibadah kepada anak agar termotivasi dan melatih diri untuk membiasakan melakukan ibadah wajib dan memperbanyak ibadah sunah.

Tidak saja melaksanakan ibadah puasa, sejumlah ibadah lain juga dibiasakan dengan melibatkan keluarga secara bersama, seperti shalat fardhu jamaah, tarawih, zikir, tadarus (membaca Al-Quran), berinfak, dan zakat fitrah. Pembiasaan ibadah ini efektif dilakukan untuk mendidik anak agar menjadi hamba yang saleh.

Didiklah anak-anak kamu pada tiga perkara: mencintai nabi kamu, mencintai ahli baitnya, dan membaca Al-Qur’an. Sebab orang-orang yang mengemban tugas Al-Qur’an itu berada dalam singgasana Allah pada hari yang tidak ada perlindungan selain dari pada perlindungan-Nya beserta para nabi-Nya dan orang-orang yang suci.” (HR. Thabrani)

3. Pendidikan Akhlak

Bermacam perbuatan baik bagian dari akhlak mulia yang ditanamkan kepada anak saat berpuasa. Selama puasa anak dituntun menjauhi perilaku buruk, sebab dapat merusak puasa.

Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam: “Sesungguhnya menggunjing dan berdusta merusak puasa” (HR at-Tirmidzi).

Saat berpuasa kita dididik dan dilatih berbagai hal, seperti disiplin dan sabar pada waktu makan sahur dan berbuka, walaupun kurang satu detik sekalipun, tapi kalau belum masuk waktu adzan maghrib maka belum boleh berbuka, begitu juga pada saat sahur, tepat waktu inilah sebagai Pendidikan dan Latihan dalam kedisiplinan dan kesabaran, termasuk mengendalikan hawa nafsu dan amarah.
Nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda:

الصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ

Artinya, “Puasa adalah separuh kesabaran.” (HR At-Tirmidzi dan Ahmad).

Hal ini juga merupakan pendidikan tanggung jawab hamba kepada sang pencipta, Allah Subhanallah wa Taala dengan mentaati ketentuan-ketentuan agar tidak membatalkan puasa. Adapun jujur, saat berpuasa dilatih jujur dengan tidak memakan dan minum di waktu yang ditentukan, meskipun tidak ada orang yang melihatnya. Pendidikan kejujuran ini dapat dirasakan oleh setiap orang yang berpuasa.

Pendidikan yang lain yaitu, kita dididik untuk mempunyai rasa empati terhadap sesama, dengan bersedekah terutama kepada mereka yang membutuhkan. Sedekah di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri, seperti sabda Rasulullah SAW riwayat Imam At-Tirmidzi:

“Dari Anas RA, sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadhan,’” (HR At-Tirmidzi).

Mari jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan memperbanyak ibadah. Semoga amalan yang dilakukan pada Ramadhan tahun ini menjadi kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari yang berlanjut di bulan-bulan berikutnya. (A/R5/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Ikuti saluran WhatsApp Kantor Berita MINA untuk dapatkan berita terbaru seputar Palestina dan dunia Islam. Klik disini.