Pendidikan Madrasah di Aceh Dibantu Perusahaan Jepang

Kemenag Aceh tandatangani MoU dalam pendidikan madrasah dengan sebuah perusahaan Jepang. (Foto: dok)

Banda Aceh, MINA –  Kementerian Agama Provinsi Aceh menjalin kerja sama dengan perusahaan Jepang. Artline Shachihata, Nagoya, untuk meningkatkan  pendidikan di madrasah.

Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) ikhwal itu diadakan Rabu (17/1) di Banda Aceh masing-masing oleh Kabid. Bidang Pendidikan Madrasah Kakanwil Kemenag Aceh, Muntasyir,   dan Presdir Armando Murni (Artline Indonesia) Aruwan Soenardi.

Penandatangan juga disaksikan langsung oleh GM Artline Shachihata Masaaki Okuno.

Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. H. M. Daud Pakeh dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kabid Pendidikan Madrasah, Muntasyir, S. Ag. MA mengajak jajaran Kemenag Aceh untuk bersama-sama memajukan pendidikan.

“Memajukan pendidikan adalah tanggung jawab kita semua, karena pendidikan merupakan pilar utama dalam kemajuan suatu bangsa, dan kemajuan tersebut tidak terlepas dari kualitas sang pendidik itu sendiri,” katanya.

Daud menyayangkan kondisi pendidikan saat ini, “Anak negeri masih sangat meperihatinkan, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun SDM tenaga pendidik, oleh karenanya  harus ada pemerataan dan persamaan pendidikan baik di daerah pedalaman maupun di kota, karena mereka semua adalah generasi pewaris kita,” tuturnya.

Kakanwil menyampaikan apresiasi kepada Artline Shachihata atas Penandatangan MoU kerja sama antara Artline Indonesia dengan Kemenag Aceh.

“Kami sangat mengapreasiasi langkah ini dalam upaya memajukan pendidikan di Aceh, dengan harapan melalui program kerjasama ini dapat membina, mengembangkan sumber daya pendidikan, khususnya pendidik dan siswa  madrasah untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam proses belajar mengajar dan membina siswa pada berbagai kegiatan baik intrakurikule rmaupun ekstrakurikuler,” lanjutnya.

Pihaknya berharap program kerjasama yang tertuang dalam MoU tersebut dapat berjalan sesuai dengan kesepakatan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh anak-anak kita,” tutupnya.

Sementara GM Artline Shachihata Masaaki Okuno mengatakan memilih Aceh untuk menjalin kerjasama dalam bidang Pendidikan, karena memiliki kesamaan sejarah, keduanya pernah luluh lantak akibat bencana alam tsunami dan konflik bersenjata.

Ia berharap kerjasama tersebut mampu meningkatkan SDM tenaga pengajar maupun siswa.

“Kerjasama ini akan dilakukan dalam waktu yang lama, sampai terlihat jelas outputnya, kami serius dan tidak akan bekerja setengah-setengah, kami akan berikan yang terbaik dan segenap kemampuan untuk masa depan pendidikan anak-anak Aceh,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan launching program pelatihan Bahasa Jepang  untuk siswa Madrasah oleh General Manager Artline Shachihata.

Beberapa rancangan kerjasama yang telah disepakati antara lain peningkatan kompetensi pendidikan bagi tenaga pengajar dan siswa, pelatihan Bahasa Jepang, studi banding dan pemberian beasiswa. (L/Habibi/P3-P1)

Mi’raj News Agency (MINA)