Warga Muslim Assam India Sumbangkan Tanah untuk Krematorium Umat Hindu

Ajimullah berusia 95 tahun dari Desa Turukpara di Boko LAC (Garis Kontrol Akltual yang berbatasan dengan Tiongkok) di distrik Kamrup, Negara Bagian Assam, India. (Awaz the-Voice)

Boko, India, MINA – Mohd. Ajimullah Saikh telah menjadi contoh yang baik dari seorang warga Muslim India di Negara Bagian Assam, karena telah menyumbangkan tanahnya untuk tempat crematorium (pembakaran mayat) bagi warga Hindu.

Ajimullah berusia 95 tahun dari Desa Turukpara di Boko LAC (Garis Kontrol Akltual yang berbatasan dengan Tiongkok) di distrik Kamrup, Assam.

Dia telah menyumbangkan 1,5 katha patta tanahnya untuk membangun krematorium bagi umat Hindu di desanya.

Indrajit Boro, Penasihat Komite Pembangunan Desa Turukpara mengatakan kepada Awaz-The Voice, keluarga Hindu di desa tersebut sangat senang dan berterima kasih kepada Mohd. Ajimullah Saikh atas sikap kemanusiaannya.

“Tidak ada tempat krematorium di desa kami. Jadi, keluarga Hindu menghadapi rintangan dalam melakukan ritual terakhir orang yang mereka sayangi. Sekarang kami merasa lega setelah mendapatkan lahan untuk kremasi dari Mohd. Ajimullah Saikh,” kata Boro.

Sekitar 300 keluarga Hindu, 30 keluarga Muslim, dan 10 keluarga Kristen tinggal di desa itu sebagai satu komunitas.

Mohd. Ajimullah Saikh memiliki lima putra dan tiga putri, semuanya mendukung keputusannya untuk menyumbangkan tanah.

Arif Hussain, putra bungsu Saikh mengatakan bahwa umat Hindu dan Muslim telah hidup damai di desa itu.

“Keluarga Hindu setempat menghadapi kesulitan saat kremasi karena kurangnya lahan yang layak. Ketika penduduk setempat meminta tanahnya, ayah saya dengan senang hati menyumbangkannya untuk membangun krematorium dan sekarang kami dengan senang hati membantu orang-orang Hindu setempat,” katanya.

“Saya di akhir dari hidup saya. Saya 95 tahun dan saya mungkin tidak berada di sini besok. Apa yang akan terjadi jika keluarga saya tidak menemukan tempat pemakaman untuk melakukan janazah (penguburan). Hal yang sama terjadi dengan saudara-saudara saya yang beragama Hindu,” kata Shaik.

Shaikh juga mengatakan bahwa dia telah menyumbangkan 10 hektar tanah kepada pemerintah Assam untuk mendirikan Rumah Sakit Hewan di Boko. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)